Breaking News:

Sebagian Bibit Jagung Bantuan Pemerintah Tak Tumbuh, Ini Penjelasan Bupati Toba!

Sebagian penanaman bibit jagung di Toba mengalami gangguan sehingga bibit jagung tersebut tidak tumbuh dengan baik.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Bupati Toba Poltak Sitorus memberikan bibit jagung kepada masyarakat Toba di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Jumat (6/8/2021). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kelompok tani yang berada di Kecamatan Uluan. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Setelah berjalan sekitar dua bulan, sebagian penanaman bibit jagung di Toba mengalami gangguan sehingga bibit jagung tersebut tidak tumbuh dengan baik.

Menurut Bupati Toba Poltak Sitorus, gangguan pertumbuhan bibit jagung tersebut akibat curah hujan yang tinggi sehingga terjadi genangan pada lahan yang ditanam

“Kita lihat memang ada beberapa yang tidak tumbuh baik karena sebelumnya kita sudah bilang supaya waspada akan curah hujan yang tinggi. Maka, kita sampaikan agar mereka mempersiapkan risiko itu dengan membuat paritnya,” ujar Bupati Toba Poltak pada Sabtu (4/9/2021).

Lahan yang disediakan para petani adalah lahan persawahan pascapanen padi. Luas areal penanaman diperkirakan mencapat 3.300 hektar yang akan tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Toba. Menurutnya, dalam proses penyediaan lahan, sebagian petani atau masyarakat tidak membuat parit sehingga air menggenang bila hujan turun.

“Ada beberapa yang sudah terbiasa tidak menggunakan parit untuk penanaman jagung di lahan sawah pascapanen, sehingga saat hujan datang menjadi tergenang,” sambungnya 

“Akibatnya memang tumbuhnya tidak bagus kalau sudah seperti itu. Tapi, mereka yang taat, mereka yang mengikuti yang bikin paritnya, itu yang bagus,” terangnya.

Ternyata bukan sebatas curah hujan tinggi, para pegiat media sosial juga menuding bahwa bibit jagung yang diberikan Poltak Sitorus kepada masyarakat adalah palsu. Terkait hal ini, ia angkat bicara. 

Ia tegaskan bahwa pihak penyedia bibit jagung ke lokasi dan melihat secara langsung apa yang menjadi penyebab pertumbuhan bibit jagung terganggu. Penyedia bibit jagung tersebut menyampaikan bahwa bibit jagung tersebut asli dan memiliki sertifikat.

“Itu salah, kita datangkan langsung dari Pioneer dan datangi lokasi. Mereka (pihak Pioneer) bilang bahwa hal tersebut asli dengan memperlihatkan sertifikatnya. Ketika mereka lihat lokasi, yang enggak bagus itu karena adanya genangan,” terangnya.

“Sekali lagi kalau yang kita dapat dari Pioneer, waktu kita pesan kita sampaikan harus ada jaminan, ada sertifikatnya,” sambungnya.

Pemkab Toba telah menanam bibit jagung yang disebut asli tersebut pada lahan seluas 800 hektar.

“Sudah kami beritahu waktu itu bahwa harus ada paritnya, kita lanjutkan dulu. Itu masih kebijakan yang kita buat. Dan dari informasi yang saya dapatkan sudah hampir 800 hektar yang sudah ditanam,” sambungnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved