Breaking News:

Sungai Bangkatan Binjai Dipenuhi Sampah, Warga : Banyak yang Buang Sampah ke Sungai

Terlihat sampah yang mengambang di sungai, berupa bambu, kayu, bangkai hewan, plastik, hingga limbah rumahtangga.

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/SATIA
Tumpukan sampah terlihat menyelimuti Sungai Bangkatan Jalan Jambi, perbatasan antara Kelurahan Rambung barat dan Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (04/09/2021). 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI- Tumpukan sampah terlihat menyelimuti Sungai Bangkatan Jalan Jambi, perbatasan antara Kelurahan Rambung barat dan Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (04/09/2021).

Diduga, masyarakat sengaja membuang sampah ke sungai, sehingga membuat air sungai terlihat kotor. 

Terlihat sampah yang mengambang di sungai, berupa bambu, kayu, bangkai hewan, plastik, hingga limbah rumahtangga.

Akibatnya, saat berada dipinggir sungai terasa bau tak sedap. 

Baca juga: Suasana Prosesi Pemakaman Ebenz Personel Grup Band Burgerkill

"Biasanya, ada petugas turun bersihkan sampah. Tapi memang beberapa bulan ini nggak ada lagi. Padahal daerah kami Ini termasuk rawan banjir," ujar Gunawan, salah seorang warga setempat. 

Selain dapat menimbulkan penyakit bagi warga, air juga menambah benih nyamuk. 

Menurut pria yang tidak ingin identitas dipublikasikan, mengatakan sebagian masyarakat sengaja membuang sampahnya ke sungai, agar tidak membayarkan retribusi sampah.

"Sebagai banyak yang membuang sampah ke sungai dengan sengaja," ungkapnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah terhadap orang yang dengan sengaja membuang sampah ke sungai.

"Belum ada Pemerintah datang melakukan pemeriksaan terhadap sungai ini," kata dia.

Padahal, dalam aturan Lingkungan Hidup, barang siapa yang dengan sengaja mengotori dan merusak sungai dapat dikenakan sanksi. 

Baca juga: Suami Okie Agustina Kini Terpaksa Jalan Pakai Tongkat Kruk, Mantan Istri Pasha Ungu Setia Mendampigi

Dirinya berharap, adanya teguran dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. 

Akibatnya, air sungai menjadi tidak layak digunakan untuk kebutuhan manusia dan beresiko menimbulkan penyakit kulit, karena disinyalir mengandung bahan beracun berbahaya (B3), serta tinggi kadar logam dan merkuri. 

"Ya, harus diperhatikan pemerintahlah kondisi Sungai Bangkatan ini. Karena dibandingkan 20 tahun lalu, sekarang ini airnya memang lebih keruh dan makin hitam. Baunya juga nggak enak," seru Hengki, warga lainnya.

(wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved