Breaking News:

Begini Tampilan Masjid Amal Silaturahim (MAS) yang Baru, MA Nyatakan Sah Pemindahannya

MASALAH tanah di atas Masjid Amal Silaturahim (MAS) lama yang beralamat Jalan Timah Putih

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Permasalahan lahan yang diatasnya berdiri Masjid Amal Silaturahim (MAS) lama di Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai II, memasuki babak final. Berikut Tampilan Masjid yang Baru. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -  MASALAH tanah di atas Masjid Amal Silaturahim (MAS) lama yang beralamat Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai-II, Kecamatan Medan Area dikabarkan sudah memasuki babak final.

Sebab, melalui sistem kepaniteraan Mahkamah Agung, permohonan kasasi yang diajukan pihak APMAS terhadap penetapan Pengadilan Agama (PA) Medan nomor: 204/Pdt.P/2020/ PA Medan menyatakan sah pemindahan Masjid Amal Silaturahim.

Artinya, permohonan kasasi dari pihak Aliansi Penyelamat Masjid Amal Silaturrahim (APMAS) tidak dapat diterima atau dinyatakan NO (niet ontvankelijke verklaard). Hal tersebut dinyatakan oleh Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung RI dalam Putusan Nomor : 507/K/Ag/2021 tanggal 26 Agustus 2021.

Dengan demikian, dapat diyakini bahwa kasasi yang diajukan tidak dapat diterima dan sudah jelas bahwa penetapan PA Medan adalah hasil akhir. Perpindahan (istibdal) Masjid Amal Silaturahim (MAS) sah dilakukan dan MAS baru sebagai pengganti dari Masjid Gg. Melur, serta mengizinkan untuk segera memproses sertifikat wakafnya (atas MAS baru).

Anggota Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme (PET), Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Akhmad Khambali menyatakan, dalam Mukernas MUI pada 26 Agustus 2021 disampaikan oleh KH. Asrorun Ni’am (Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat) hak MUI daerah adalah menjalankan fatwa/rekomendasi yang dikeluarkan MUI Pusat, bukan untuk menetapkannya. Jadi, Masjid Amal Silaturrahim yang lama sah dipindahkan. 

KH Akhmad Khambali menambahkan semakin lama masalah ini dibiarkan, maka akan memunculkan situasi dan kondisi ketidakpastian. Secara syari’at ulama sudah memberikan pendapatnya bahwa pergeseran tersebut boleh bahkan hukum negara pun sudah memberikan keputusan.

“Perumnas telah menunjukkan niat baik dalam menyetujui serta telah membangun masjid baru sebagai masjid pengganti yang lebih luas untuk dapat dimanfaatkan dan dijaga oleh masyarakat sekitar. Dalam dokumen serah terima pun disebutkan bahwa status MAS baru akan segera diproses wakafnya apabila perpindahan selesai dilakukan,” tegas KH. Akhmad Khambali yang juga Ketua Umum GEMA Santri Nusa.

Sementara itu, dalam rilis videonya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat KH. Abdul Manan Ghani menyatakan bahwa sejak tahun lalu dirinya sudah memahami dan mengetahui prosesnya baik secara syariat maupun hukum negara bahwa istibdal atau penggantian telah dilakukan.

“Bahwa muqimin mustautin atau penghuni sekitar rumah susun sudah mengakui dan menerima bahwa Masjid Amal Silaturahim yang barulah yang telah dibangun lebih luas. Dan lebih bagus sebagai pengganti.  Masjid lama dapat segera dipindahkan,” sebut KH Abdul Manan Ghani, yang juga Wasekjen Dewan Pimpinan MUI Pusat.

Pernyataan senada juga disampaikan  Ketua PWNU Sumatera Utara dan dokumen investigasi Tim Penyelesaian Tanah Wakaf MAS oleh PWNU Sumatera Utara yang menyatakan mendukung perpindahan MAS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved