Breaking News:

Dahsyat Juga Nih, Durian Sumut Laris Manis di Asia, Nilai Ekonomis Capai Rp 45 Miliar

Durian asal Sumatera Utara terbilang laku keras di pasaran Asia. Nilai ekonomisnya mencapai Rp 45 miliar

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN
Pedagang mempersiapkan durian bakar pesanan dari pembeli di Jalan Bromo, Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/8/2021). Buah durian yang menjadi salah satu primadona yang disantap dengan cara dibakar itu dijual dengan harga Rp25.000-Rp50.000 per butir.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN -Musim buah durian di Sumut mempengaruhi penambahan komoditi ekspor per Agustus 2021.

Berdasarkan data dari Balai Karantina Pertanian Belawan, buah durian termasuk jajaran urutan ketujuh komoditi unggulan ekspor setelah minyak sawit, kernel, kopi biji, pinang biji, RBD Palm Olein, dan karet lempengan.

Adapun per Agustus ini, volume ekspor durian sebesar 660.754 kilogram dengan nilai ekonomis sebesar Rp 45 miliar untuk pengiriman China dan Malaysia.

Baca juga: Menikmati Durian Bakar: Aroma Tidak Menyengat dan Nyaman di Perut

Pedagang mempersiapkan durian bakar pesanan dari pembeli di Jalan Bromo, Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/8/2021). Buah durian yang menjadi salah satu primadona yang disantap dengan cara dibakar itu dijual dengan harga Rp25.000-Rp50.000 per butir.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pedagang mempersiapkan durian bakar pesanan dari pembeli di Jalan Bromo, Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/8/2021). Buah durian yang menjadi salah satu primadona yang disantap dengan cara dibakar itu dijual dengan harga Rp25.000-Rp50.000 per butir.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN)

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto mengungkapkan bahwa penambahan komoditi ini lantaran faktor musim durian yang saat ini membanjiri pasar di Sumut.

"Sebenarnya ada juga faktor musiman itu. Tapi saya lihat Sumut ini selalu ada pasokan Durian terus, tapi memang ini lagi musimnya karena di jalan kecil juga banyak durian ini dijual," ungkap Andi, Minggu (5/9/2021).

Dikatakan Andi, Durian asal Sidikalang masih menjadi favorit untuk ekspor ke luar negeri.

Baca juga: Cobain Yuk Rasa Baru Lapis Durian Yakni Blackforest Special, Dijamin Kamu Bakal Ketagihan

"Sebenarnya karena Sidikalang yang terkenal. Daerah lain juga ada, cuma jumlahnya itu tidak banyak sehingga mereka ini hanya menjadi penambah pemasok jika daerah utama kurang," ujarnya. 

"Kalau durian Sumut ini unik ya karena rasa duriannya itu ada rasa manis dan juga ada pahitnya, jadi khas durian asal Sumut," tambahnya.

Sementara itu, untuk dapat melewati pengawasan dari Karantina Pertanian Belawan, Durian harus bebas dari hama penyakit.

"Jadi terkait dengan hama penyakitnya. Kalau negara tujuan kan mengisyaratkan bebas penyakit tertentu, kita ada list terkait itu. Dan juga ada permintaan tambahan dari negara-negara tujuan terkait dengan keamanan pangannya," kata Andi.

Baca juga: Nikmati Kue Budapest Durian di Doloksanggul, Pengunjung Dijamin Ketagihan

Terkait munculnya kembali komoditi ekspor durian pada bulan Agustus lalu, Andi berharap agar buah durian dapat konsisten melakukan pengiriman ke negara tujuan.

"Kita harap buah durian ini bisa ekspor secara rutin, tidak tergantung terhadap musim. Jadi misalnya daerah mana yang musim itu yang akan didukung, jadi ada keberlanjutan lah, memang saat ini lagi musim," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved