Breaking News:

Ketua NPC Sumut Bangga dan Puji Putri Aulia : Dia Adalah Pahlawan Kita

Ia juga bangga dengan perjuangan Putri Aulia di ajang empat tahunan itu. Pihaknya juga akan menyambut kepulangan Putri Aulia saat tiba di Sumut nanti.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
Tribun-Medan
Empat atlet atletik NPC Sumut yang berangkat bersama belasan atlet NPC Indonesia lainnya untuk berlaga di ajang grand prix di Tunisia 2019. Dari kiri ke kanan Eko Saputra, Alan Sastra Ginting, Putri Aulia dan Nur Very 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara, Putri Aulia, belum bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Namun, Ketua NPC Sumatera Utara, Alan Sastra Ginting mengatakan, tetap memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada atlet asal Kabupaten Deliserdang itu. 

Ia juga bangga dengan perjuangan Putri Aulia di ajang empat tahunan itu. Pihaknya juga akan menyambut kepulangan Putri Aulia saat tiba di Sumut nanti. 

"Pasti kita sambut dengan suka cita, karena beliau (Putri Aulia) adalah pahlawan kita. Walaupun Putri gagal ke podium, jangan kita lupakan perjuangannya," ujar Alan kepada Tribun Medan, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: PSMS Medan Pulangkan M Arif, Ini Statemen Pelatih Kepala Ansyari Lubis

Sambungnya, persoalan naik podium atau tidak, seorang atlet merupakan pejuang. Hal itu karena, setiap atlet yang berlaga di ajang paralimpiade itu membawa marwah bangsa dan negara.

Dikatakan Alan, Putri Aulia sudah berusaha semaksimal mungkin di dua nomor lomba yang ia ikuti. Namun, lawan yang Putri hadapi cukup menyulitkannya. 

"Putri Aulia sudah maksimal dalam pertandingan di Paralympic Tokyo. Baik dalam nomor 100 m dan mix 4x100 m. Hanya, lawannya dari negara lain memang luar biasa," ucapnya. 

Lebih jauh, Alan menyampaikan, perjuangan Putri Aulia ke Paralimpiade Tokyo ini adalah sebuah perjuangan besar. Karena menurutnya, tidak semua atlet bisa masuk untuk mengikuti ajang itu.

"Kita juga apresiasi atlet Indonesia lain yang turut berjuang di Paralimpiade Tokyo. Bukan hanya Putri Aulia saja. Mereka adalah pahlawan kita," katanya. 

Diketahui, kontingen Indonesia berhasil meraih dua medali emas dari cabang olahraga (cabor) para badminton, nomor lomba womens double sl3-sus atas nama, Khalimatus Sadiyah dan Leani Ratri Oktila. 

Baca juga: Temui Warga yang Tolak Pembangunan Panti Sosial, Bobby Janji tak Korbankan Program Latihan SSB

Emas lain diraih cabor para badminton, nomor lomba mixed double sl3-sus atas nama, Leani Ratri Oktila dan Hary Susanto. 

Sedangkan medali perak diraih oleh Widi (cabor para angkat berat), Dheva (cabor para bulutangkis), Ratri (cabor para bulutangkis). 

Sementara itu untuk medali perunggu diraih oleh Sapto Yugo (cabor para atletik),  Suryo (cabor para bulutangkis), Fredy (para bulutangkis), dan David (para tenis meja). 

(cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved