Breaking News:

Lion Air Grup Buka Suara Soal Kembali Mengulahnya Pesawat Batik Air di Kualanmu

Lion Air Group buka suara soal kembali bermasalahnya pesawat Batik Air tujuan Kualanamu-Halim Perdana Kusuma

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
Bagian Humas dan Keprotokolan Taput
Maskapai full service Batik Air mendarat di Bandara Internasional Silangit, Jumat (1/12/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Manajemen Lion Air Group akhirnya buka suara soal peristiwa pesawat Batik Air ID 7010 tujuan Kualanamu-Halim Perdanakusuma yang mengalami Return to Apron (RTA), Minggu (5/9/2021). 

Humas Lion Group, Danang Mandala Prihantoro menyebutkan, Batik Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu atau penumpang yang terganggu perjalanannya atas ketidaknyamanan yang timbul dari penerbangan Pesawat Batik Air ID-7010.

Dia mengatakan, pesawat Batik Air ID-7010 dioperasikan menggunakan Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUZ, dengan jumlah 138 tamu. 

Baca juga: Batik Air Ngulah Lagi, Penumpang Mendadak Disuruh Balik ke Ruang Tunggu

Jadwal keberangkatan dari Kualanamu pada pukul 09.00 WIB, dan diperkirakan tiba di Halim Perdanakusuma pukul 11.20 WIB.  

"Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pengecekan pesawat sebelum keberangkatan (pre flgiht check) tetap dijalankaan secara menyeluruh oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi,"

"Pada saat itu hasil pengecekan pada pesawat, bahwa dinyatakan layak terbang dan aman untuk dioperasikan (airworthiness for flight)," ucap Danang, Minggu.

Setelah seluruh proses penanganan di darat selesai, lanjut Danang, pesawat kemudian didorong mundur.

Posisi pesawat yang masih di landas parkir (apron) dan bersiap menuju landas gelinding/ hubung (taxiway) dengan kecepatan masih rendah.

Baca juga: BIKIN HEBOH, Pesawat Batik Air Tujuan Banda Aceh-Jakarta Mendarat Darurat di Bandara KNIA

Namun tidak lama kemudian, pilot memutuskan untuk membatalkan atau menunda pergerakan menuju landas pacu (runway) demi memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen tertentu pada salah satu sistem fungsi rem (break fault) pada pesawat segera dan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut,"

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved