Breaking News:

Pesawat Batik Air Return to Apron di Kualanamu

Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kendala teknis dan pesawat dinyatakan layak terbang.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
dok/tribunnews
ILUSTRASI pesawat Batik Air. 

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Pesawat Batik Air kembali mengalami kendala penerbangan di Bandara Kualanamu, Minggu (5/9). Pesawat ID 7010 tujuan Kualanamu Halim Perdana Kusuma batal lepas landas.

Informasi yang dihimpun, saat itu ada lebih dari seratus orang di dalam pesawat. Meski pesawat sudah sempat bergerak dari lokasi apron namun para penumpang kembali lagi diarahkan untuk keluar dan menunggu di ruang tunggu.

Humas Bandara Kualanamu, Candra Gumilar yang dikonfirmasi belum mengetahui secara pasti apa yang membuat pesawat Batik Air itu tidak jadi  lepas landas. Ia membenarkan kalau seluruh penumpang yang sebelumnya sudah berada di dalam pesawat dikembalikan lagi ke ruang tunggu.

"Pesawat mengalami RTA (Return to Apron). Jadi kita dari AP II belum mengetahui mengapa RTA pesawatnya. Terkait hal ini bisa ditanyakan langsung sama pihak Lion Grup saja," kata Candra Gumilar.

Candra menambahkan RTA adalah pesawat yang sudah bergerak dari tempat parkirnya tetapi kembali lagi ke Apron atau tempat parkir pesawat. Penumpang pesawat disebut ada 121 orang.

Pada Minggu lalu pesawat Batik Air tujuan Banda Aceh Jakarta juga mengalami masalah dan harus mendarat darurat di bandara Kualanamu. Sebanyak 261 orang penumpangnya sempat menunggu lebih dari empat jam di Bandara Kualanamu sebelum akhirnya diberangkatkan dengan dua pesawat yang berbeda.

Humas Lion Grup, Danang Mandala Prihantoro menyebut Batik Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu atau penumpang yang terganggu perjalanannya atas ketidaknyamanan yang timbul dari penerbangan ID-7010. Disebut kalau Batik Air penerbangan ID-7010 dioperasikan menggunakan Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUZ, dengan jumlah 138 tamu. Jadwal keberangkatan dari Kualanamu pada pukul 09.00 dan diperkirakan tiba di Halim Perdanakusuma pukul 11.20 WIB 

"Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengecekan pesawat sebelum keberangkatan (pre flgiht check) tetap dijalankan secara menyeluruh oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi. Pada saat itu hasil pengecekan pada pesawat, bahwa dinyatakan layak terbang dan aman untuk dioperasikan (air worthiness for flight)," ucap Danang.

Baca juga: Lion Air Grup Buka Suara Soal Kembali Mengulahnya Pesawat Batik Air di Kualanmu

Setelah seluruh proses penanganan di darat selesai, lanjut Danang, pesawat kemudian didorong mundur. Posisi pesawat yang masih di landas parkir (apron) dan bersiap menuju landas gelinding/ hubung (taxiway) dengan kecepatan masih rendah. Namun tidak lama kemudian pilot memutuskan untuk membatalkan atau menunda pergerakan menuju landas pacu (runway) demi memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen tertentu pada salah satu sistem fungsi rem (break fault) pada pesawat segera dan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut. Pesawat kembali ke landas parkir (return to apron/ RTA). Ketika posisi pesawat sudah sempurna," kata Danang.

Pemeriksaan 40 Menit

DANANG mengatakan, setelah penumpang dikembalikan ke ruang tunggu pesawat kembali menjalani pemeriksaan dan membutuhkan waktu pengerjaan berkisar 40 menit. Ditambahkannya, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kendala teknis dan pesawat dinyatakan layak terbang.

Batik Air telah menyampaikan informasi sesuai perkembangan bahwa penerbangan ID-7010 dipersiapkan untuk penerbangan menggunakan pesawat yang sama (Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUZ).

"Upaya memberikan kenyamanan, Batik Air mengakomodir sesuai permintaan tamu penerbangan ID-7010 perubahan jadwal keberangkatan (reschedule), pengembalian dana dari tiket (refund). Batik Air penerbangan ID-7010 mengudara dengan membawa enam awak pesawat serta 112 tamu. Lepas landas dari Bandar Udara Internasional Kualanamu pada 10.31 WIB. Pesawat telah mendarat normal di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma pada 12.32 WIB," ucap Danang.(dra/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved