Breaking News:

Temui Warga yang Tolak Pembangunan Panti Sosial, Bobby Janji tak Korbankan Program Latihan SSB

Kunjungan tersebut dilakukan menanggapi aksi warga yang menolak pembangunan Panti Sosial.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
PULUHAN warga Kecamatan Medan Tuntungan melakukan unjuk rasa menolak lapangan Sepak bola yang berada di Jalan Bunga Turi II, Kelurahan Sidomulyo yang akan dibangun menjadi panti sosial milik Pemerintah Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution menemui warga yang menolak pembangunan Panti Sosial di Jalan Bunga Turi II, Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (5/9/2021).

Kunjungan tersebut dilakukan menanggapi aksi warga yang menolak pembangunan Panti Sosial karena adanya fasilitas lapangan sepak bola yang menjadi lokasi Sekolah Sepak Bola (SSB) pemuda setempat.

Bobby mengatakan pembangunan Panti Sosial sudah direncanakan sejak tahun 2015.

"Sebenarnya sudah lama saya dapat info. Saya cek juga ini tahun 2015 akan dijadikan panti sosial. Kita berdayakan masyarakat kita yang kurang beruntung. Yang sering kita temui di lampu merah, masyarakat yang mungkin kesehatan kejiwaannya kurang, akan kita tempatkan dalam satu lokasi untuk melakukan pembinaan di tempat ini," ujar Bobby, Minggu (5/9/2021).

Terkait penolakan warga, ia mengatakan tidak ingin mengorbankan program latihan yang sudah diatur oleh pemuda di SSB tersebut.

"Namun di sini memang ada sedikit aset kita yang digunakan untuk kegiatan olahraga pemuda di sini. Ini baik sekali kegiatannya positif. Tapi kita tidak mau program kita berjalan tapi mengorbankan program yang lain," katanya.

Bobby menekankan pembangunan panti sosial di lapangan Sepak Bola tersebut akan dilakukan seiring dengan pemindahan lapangan ke lokasi yang berdekatan.

"Oleh karena itu kita diskusi dengan tokoh masyarakat. Kita ingin lapangan bolanya harus tetap jalan, latihannya harus tetap jalan, main bolanya juga jalan. Oleh karena itu fasilitasnya lebih kita perbaiki. Mungkin di lahan yang berbeda tapi sangat dekat, hanya beberapa meter saja," ucapnya.

Bobby berharap pemindahan fasilitas ini dapat diterima oleh warga dan pemuda serta pihak SSB. "Lahannya juga punya Pemko Medan. Akan kita bangun fasilitas yang lebih baik lagi demi Panti Sosial yang kita bangun, tapi kegiatan olahraganya tetap jalan," tambahnya.

Baca juga: Wali Kota Medan Temui Warga yang Tolak Pembangunan Panti Sosial

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis mengatakan pembangunan Panti Sosial ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021. "Ditargetkan selesai akhir tahun ini, perencanaan sudah dimulai dan bisa digunakan dulu. Dari perencanaan baru satu bagian dulu dengan seluas 90x21 meter. Tapi yang kita gunakan 23 meter dulu," ujar Endar.

Endar mengatakan nantinya Panti Sosial akan dapat menampung 300 penghuni di tahap awal..

"Untuk tahap awal 300 daya tampungnya, tapi nanti tahap lanjutan bisa menampung 3000 orang," ungkapnya.

Unjuk Rasa Puluhan Warga

SEBELUMNYA puluhan warga Kecamatan Medan Tuntungan melakukan unjuk rasa menolak lapangan sepak bola yang berada di Jalan Bunga Turi II, Kelurahan Sidomulyo menjadi panti sosial milik Pemerintah Kota Medan.

Pelatih SSB Abdi Praja, Jumati mengatakan menolak lapangan sepakbola tersebut digusur  karena  lapangan bola Abdi Praja tersebut menjadi satu-satunya sarana olaraga yang terdapat di kecamatan Medan Tuntungan. "Apapun alasannya, kami sebagai warga Kecamatan Medan Tuntungan menolak lapangan ini dibangun rumah panti sosial. Karena lapangan ini digunakan anak-anak dan pemuda Medan Tuntungan untuk menggapai cita-citanya menjadi pesepakbola profesional," ucapnya, Minggu (5/9/2021).

Puluhan warga yang didominasi anak-anak didampingi orangtua, pemuda dan tokoh masyarakat bergabung di lapangan bola Abdi Praja melakukan unjuk rasa dengan membawa poster dan spanduk bentuk penolakan. Walaupun kondisi diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyuarakan aspirasi penolakan sembari tetap melakukan kegiatan berlatih sepakbola.

Nganjung Sembiring, tokoh masyarakat di Kecamatan Medan Tuntungan yang hadir dalam aksi warga tersebut mengatakan lapangan sepakbola Abdi Praja ini sudah puluhan tahun digunakan sebagai sarana olahraga dan dirawat masyarakat secara swadaya. “Selama ini perawatan dan pemeliharaannya dilakukan oleh masyarakat sekitar, seperti pemotongan rumput, penimbunan lahan dan perawatan lainnya agar layak dan nyaman digunakan sebagai lapangan bola," ucapnya.

Nganjung menambahkan, masih banyak lahan kosong yang merupakan aset Pemko Medan di teritorial Kecamatan Medan Tuntungan.(cr14/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved