Breaking News:

Benarkah Gunung Toba Bisa Mengamuk Lagi? Begini Penjelasan Ahli Geologi Jonathan Tarigan

Ia menyampaikan bahwa tidak bakal terjadi lagi letusan Gunung Sinabung sesuai dengan bukti ketiga tiga titik kerucut vulkanik tersebut.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Perairan Danau Toba bagian selatan terlihat dari Desa Hutaginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Terkait isu letusan Gunung Toba, seorang geolog lulusan Universitas Pembangunan Nusantara (UPN) Veteran Yogyakarta Jonathan Tarigan mengatakan bahwa leutusan Gunung Toba sudah berakhir. 

Letusan Gunung Toba yang terjadi puluhan ribu tahun yang lalu itu ditandai dengan adanya tiga kerucut vulkanik pascaerupsi Gunung Toba yakni Pussuk Buhit, Sibandang, dan Sipisopiso.

Ia menyampaikan bahwa tidak bakal terjadi lagi letusan Gunung Sinabung sesuai dengan bukti ketiga tiga titik kerucut vulkanik tersebut.

“Tidak ada letusan lagi. Sudah berakhir letusan itu. Bukti berakhirnya letusan itu ada tiga titik, yaitu: Pusuk Buhit, Sibandang, dan Sipisopiso. Itu semuanya kerucut vulkanik sebagai aktivitas pascaerupsi,” ujar geolog Jonathan Taringan saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Senin (5/9/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa kemungkinan terjadinya letusan Gunung Toba adalah 30 ribu tahun ke depan, dengan catatan kalau ada letusan.

Peta cincin api.
Peta cincin api. (HO / Tribun Medan)

Sehingga, ia berharap masyarakat di kawasan Danau Toba jangan panik dengan adanya isu terjadinya letusan Gunung Toba.

“Itulah pentunjuknya. Jadi, kalau kita mau berbicara soal letusan berikutnya, kita harus kembai pada siklus letusan. Kalaupun terjadi letusan lagi, itu terjadi sekitar 30 ribu tahun yang akan datang. Itu, kalau ada,” sambungnya.

Penuturannya terkait berakhirnya letusan Gunung Toba diperlihatkan dengan bantahan yang disampaikan oleh United State Geological Survey.

“Ini ada penelitian terakhir dari United State Geological Survey, yang berbicara soal supervolcano. Ada kan orang yang mengisukan ada letusan itu, ia bantah itu. Jadi, tidak ada lagi itu,” sambungnya,

Ia juga mengatakan bahwa Gunung Toba bukanlah sebuah gunung api yang aktif dengan ciri mengeluarkan lava gunung berapi.

“Bukan, bukan. Gunung Toba udah enggak aktif lagi. Kalau aktif, ada yang merah itu, lava keluar. Itulah pertanda aktif,” lanjutnya. 

Tambahnya, Gunung Toba merupakan cincin api (ring of fire) yang sudah padam.

Saat isu bakal terjadinya letusan Gunung Toba, ia berharap masyarakat di kawasan Danau Toba tetap tenang dan tidak perlu gusar dengan adanya isu tersebut.

“Dia itu bagian dari cincin api, tapi sudah padam. Letusan Toba itu tidak ada, gitu. Tidak akan pernah ada lagi, gitu aja. Kalaupun ada paling sekitar 30 ribu tahun ke depan,” pungkasnya. 

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved