Breaking News:

Bobby Nasution Diyakini Bawa Medan Keluar dari Predikat Kota Terjorok

Ada memori kelam  yang terjadi  di pertengahan Januari 2019 silam. Kota Medan sempat mendapat predikat  kota metropolitan terjorok di Indonesia

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional (Rakorwasdanas) Tahun 2021. Pada rakor secara virtual ini dilakukan peluncuran Monitoring Control for Prevention (MCP). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ada memori kelam  yang terjadi  di pertengahan Januari 2019 silam. Kota Medan sempat mendapat predikat  kota metropolitan terjorok di Indonesia berdasarkan hasil penilaian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kala itu. Bahkan, Balai Kota Medan  Jalan Kapten Maulana Lubis  mendapatkan mendapat kiriman bunga yang  berisikan sindiran akibat predikat  kota terkotor tersebut.

 Itu sebabnya sejak  menjabat sebagai Wali Kota Medan, Bobby Nasution  langsung fokus terhadap penanganan masalah kebersihan dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas utama yang harus dituntaskan. Sejumlah terobosan pun dilakukan, kini Medan pun on the track  dalam mengatasi persoalan sampah dan Bobby Nasution optimis membawa ibukota Provinsi Sumatera Utara ini keluar dari  predikat kota terjorok tersebut.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Terjun yan masih menggunakan sistem open dumping sehingga menjadi salah satu pemicu mengantarkan Kota Medan meraih predikat kota terjorok langsung disikapi Bobby Nasution. Orang nomor satu di Pemko Medan itu ingin mengubah sistem pengolahan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill. Untuk itu, Bobby Nasution telah mempersiapkan TPA Regional di Telun Kenas bersama Pemprov Sumut dan Pemkab Deli Serdang yang pengolaan sampahnya menggunakan sistem sanitary landfill.

Sedangkan di TPA Terjun, menantu Presiden Joko Widodo tersebut telah melaunching program pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER). Sebab, teknologi ALFIMER menggunakan sistm Bio Teknologi untuk penanggulangan dan pengubahan sampah baru dengan biaya murah, ramah lingkungan, teknik sederhana serta mampu menghasilkan pupuk serta cairan disinfektan dari hasil pengolahan sampah yang dilakukan. “Insya Allah, teknologi ini mampu menjadi solusi dalam menangani permasalahan sampah di Kota Medan,” kata Bobby Nasution belum lama ini.

Selain itu, Bobby Nasution terus mencari formulasi yang tepat untuk penanganan sampah di Kota Medan . Salah satunya dengan  mengeluarkan Perwal No. 18/2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Kecamatan.  Dengan pelimpahan ini, penanganan sampah yang sebelumnya ditangani Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan kini diserahkan kepada kecamatan. Selain lebih cepat, Bobby Nasution pun menilai kecamatan lebih faham dan menguasai atas persoalan sampah yang ada di wilayahnya masing-masing.

Kini, Medan on the track  dalam mengatasi persoalan sampah dan Bobby Nasution optimis membawa Kota Medan  keluar dari  predikat kota terjorok  langsung  diaminin Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni.  Ditemui di Balai Kota Medan, Selasa (31/8), Husni mengatakan penanganan sampah yang dilakukan saat ini mulai dari hulu seperti penguatan bank sampah, TPS 3R (Reduce,Reuse & Recycle) hingga pengelolaan sampah di TPA Terjun dan akan dikelolanya kembali TPA Namo Bintang.

Kemudian Husni mengungkapkan, ada target Wali Kota 4 kawasan menjadi bersih yakni kawasan Kampung Sejahtera, Tanjung Mulia, Labuhan Deli serta pasar bersih. Untuk mewujudkan hal itu, jelasnya,  akan dilakukan pemetaan dengan menggandeng praktisi yang ahli dalam masalah persampahan untuk menjadi model tata kelola kawasan bersih.

Selain itu, papar Husni, pengelolaan sampah terpadu juga dilakukan dari tingkat rumah tangga, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) hingga Temat Pengelolaan Akhir (TPA). “Pengelolaan sampah terpadu mulai dari rumah tangga sampai TPST dilakukan, guna mengurangi sampah masyarakat atau mungkin sampah yang terlewat  sebelum diangkut ke TPA. Kita optimis, langkah-langkah terukur Pak Wali ini bisa membuat Medan bersih dari sampah,” ungkap Husni.

 Guna mendukung penanganan sampah, imbuhnya, di akhir tahun PAPBD akan ada penambahan moda angkutan sepertu typer, armroll dan convector, tong sampah tong bin serta pembuatan SOP Pengelolaan Sampah untuk mengndalikan  fungsi wilayah seperti pemeliharaan, tata kelola dan retribusinya.

Terkait TPA Regional di Telun Kenas, Husni menjelaskan, Pemko Medan saat ini terus mendorong kerja sama dan kolaborasi dengan Pemkab Deli Serdang serta Pemprov Sumut agar TPA Regional dapat segera dioperasionalkan. Saat ini, ungkapnya,  masih dipersiapkan sejumlah tahapan yang menyangkut kelembagaan dan pembiayaan, termasuk dengan pihak pengelola nantinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved