Breaking News:

News Video

Janjikan Jadi Pegawai Rumah Sakit, Tiga Oknum PNS Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan

Kejadian itu terjadi pada tahun 2016 lalu. Dari keterangan korban, awalnya ketiga pelaku berjanji ingin mengembalikan uang Rp 150 juta.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: heryanto

Janjikan Jadi Pegawai Rumah Sakit, Tiga Oknum PNS Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tiga Oknum PNS di salah satu rumah sakit milik pemerintah ditetapkan tersangka.

Ketiganya berinisial Pj, Ls dan PS. Ketiganya dilaporkan Noor Irwanto Suryawan pada Juli 2020 lalu di Mapolda Sumut atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan jadi pegawai di rumah sakit.

Termakan bujukan, akhirnya korban memberikan uang Rp 150 juta agar dapat menjadi pegawai.

Kejadian itu terjadi pada tahun 2016 lalu. Dari keterangan korban, awalnya ketiga pelaku berjanji ingin mengembalikan uang Rp 150 juta.

Namun hingga kini uang Rp 150 juta tak kunjung dikembalikan, hingga akhirnya korban membuat laporan ke Mapolda Sumut.

Dijelaskan kuasa hukumnya, Paul J J Tambunan dan Philip Fernando Dongoran, yang ditemui di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut Senin (6/9/2021), ia mengatakan bahwa ketiga oknum tersebut sudah ditetapkan tersangka namun belum juga ditangkap.

Bahkan sambungnya, pihak kepolisian sudah menerbitkan surat penangkapan ketiga oknum PNS rumah sakit itu, tapi hingga sekarang para pelaku masih bebas berkeliaran.

"Kedatangan kita untuk menanyakan perkembangan laporan tertanggal 11 Juli 2020. Jadi untuk perkembangan dari penyidik seperti tiga bulan lalu. Penyidik sudah menerangkan bahwa pemanggilan terhadap tersangka sudah sebanyak 2 kali. Dan penyidik sudah menerbitkan surat membawa, sekitar bulan Agustus kemarin. Namun hingga kini belum juga dilakukan penangkapan," ungkapnya.

Dari keterangan teranyar yang didapat sambung JJ Tambunan, penyidik mengatakan bahwa para tersangka tidak ditemukan ditempat kerjanya maupun di rumahnya.

"Harapan kita semoga pihak penyidik menangkap para pelaku, agar korban lain atau kejadian yang sama terjadi lagi," bebernya.

(mft/TRIBUN-MEDAN.COM)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved