Breaking News:

Pemkab Deli Serdang Lakukan Rapat Koordinasi Pelaksanaan PTM Terbatas

Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Darwin Zein memimpin rapat koordinasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Pemerintah Kabupaten Deliserdang Menggelar Rapat Pelaksanaan Belajar Tatap Muka. Kelak, akan Dilakukan Evaluasi Pelaksanaan Belajar Tatap Muka Tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM - Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, Darwin Zein memimpin rapat koordinasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka tahun pelajaran 2021-2022 di Aula Cendana Lantai-II Kantor Bupati Deliserdang. 

Turut Hadir mewakili Pimpinan Forkopimda Deli Serdang, Asisten I Drs. Citra Effendi Capah, Kadis Pendidikan Timur Tumanggor S.Sos, Kadis Kominfo Dr. Dra. Hj. Miska Gewasari MM, Kadis Kesehatan dr. Ade Budi Krista, Kepala BPBD Drs. Zainal Abidin Hutagalung serta anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang.

Dalam Rakor tersebut, Sekdakab Darwin Zein S.Sos mengatakan rapat ini koordinasi dalam rangka pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang akan dilakukan pada tanggal 6 September 2021.

Perlu diketahui bahwa situasi pandemi Covid-19 belum berakhir, tetapi desakan-desakan oleh komponen masyarakat terutama orang tua murid untuk dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Menurut mereka,pembelajaran daring tidak efektif. Terjadi jarak yang cukup besar antara siswa dengan siswa serta siswa dengan gurunya," ujarnya. 

Oleh Karena itu, di Kabupaten Deli Serdang yang statusnya berada di Level 3 atau zona orange akan mempersiapkan segala hal yang menyangkut persiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas). 

Sebelumnya, Kabupaten Deli Serdang sudah dilakukan simulasi pelaksanaan PTM Terbatas pada hari Senin tanggal 30 September 2021 sampai dengan Rabu 1 September 2021 terhadap satu unit jenjang TK/PAUD, SD, SMP setiap kecamatan.

"Pada Simulasi yang sudah dilakukan tersebut tersebut akan dievaluasi apakah Kabupaten Deli Serdang akan siap untuk membuka sekolah dengan PTM Terbatas tersebut," katanya. 

Ia menambahkan, setelah dibuka pembelajaran tatap muka terbatas tersebut bersama-sama kita akan melakukan evaluasi.

"Apakah efektif pembelajaran tatap muka tersebut dan apakah ada efek samping dengan kesehatan para siswa,  guru dan perangkat sekolah. Maka dari itu, dinas kesehatan segera memastikan setiap guru yang langsung berinteraksi dengan siswa pada kegiatan belajar-mengajar harus dan wajib divaksin," ujarnya. 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved