Breaking News:

Pengamat USU Puji Keberanian Bobby Nasution Pecat Kadis yang Tidak Bisa Kerja

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Faisal Andri Mahrawa.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution berbincang dengan petugas medis saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Faisal Andri Mahrawa mengatakan, Bobby Nasution sangat tegas mengganti pejabat yang tidak bisa bekerja keras saat pandemi Covid-19. Pergantian jabatan itu bukanlah sesuatu yang luar biasa. 

“Semua pihak sangat mengharapkan kerja cepat dari stakeholder bidang kesehatan. Utamanya Dinas Kesehatan Kota Medan. Ya, kita butuh sosok yang progresif, sosok yang mau gercep. Langkah strategis yang sudah diambil dan dijalankan oleh Wali Kota harus ditindak lanjuti secara serius dengan langkah yang  cepat dan tepat oleh Dinas Kesehatan,” katanya saat memberikan keterangan sebagaimana rilis dari Pemko Medan. 

Ia menambahkan, Bobby Nasution sangat serius dalam menangani kasus Covid-19 di Kota Medan. Karena itu, berbagai kebijakan yang dibuat menantu Presiden Joko Widodo tersebut sudah tepat. 

Menurutnya, gercep  juga harus diimbangi dengan langkah strategis dan kolaborasi dari banyak pihak sangat diharapkan. Kolaborasi harus dilakukan tidak hanya oleh Dinas Kesehatan Kota Medan sebagai leading sektor.  Tetapi juga sampai jajaran pemerintahan paling bawah, lurah dan kepala lingkungan sebagai pihak yang selalu berinteraksi dengan warga.

“Selain melakukan pergantian Plt Kadis Kesehatan, percepatan penanganan Covid-19 juga dapat dilakukan dengan langkah strategis terkait tracing, testing, dan treatment  (3T) yang dilakukan oleh Wali Kota, menurut saya harus terus menerus dipahamkan sampai jajaran yang paling bawah. Hal ini penting agar jangan sampai terjadi kekeliruan saat menjalankan kebijakan. Jika ini terjadi, saya yakin banyak pihak akan dirugikan, termasuk warga Kota Medan itu sendiri. Saya meyakini Wali Kota dan jajarannya masih dalam jalur yang benar  (on the right track),” ujarnya. 

Jangan Ragukan Seriusan Bobby Nasution

Keseriusan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menangani kasus Covid-19 di Kota Medan tidak diragukan. Selain tegas, orang nomor satu di Pemko Medan itu berkomitmen kuat untuk menekan jalu penyebaran virus corona.

Untuk itu pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus mampu mengikuti ritme gerakan cepat (gercep) yang dilakukannya sehingga penanganan yang dilakukan  maksimal.

Sebaliknya jika dinilai tidak mampu, Bobby Nasution pun langsung melakukan pergantian. Teranyar, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu melakukan pergantian di pimpinan di jajaran Dinas Kesehatan Kota Medan.

Syamsul Arifin Nasution yang  baru menjabat empat bulan sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kadis Kesehatan Kota Medan diganti dengan  Mardohar Tambunan.  Ini merupakan pergantian yang  kedua kalinya dilakukan Bobby Nasution.

Sebelumnya, Bobby telah mencopot Edwin Effendi dan menggantinya dengan Syamsul Arifin Nasution. Selain ingin mempercepat penanganan Covid-19, Bobby juga  berharap agar banyaknya permasalahan kesehatan segera dituntaskan.  Dengan pergantian yang dilakukan, diharapkan Dinas Kesehatan bekerja lebih cepat.

"Ya diganti,  ini kan sudah selalu kita ingatkan.  Sudah saya sampaikan berkali-kali, masalah kesehatan khususnya penanganan Covid-19 merupakan salah satu program prioritas utama Pemko Medan. Kita sama-sama tahu bahwa permasalahan kesehatan ini terus menggunung dan menumpuk. Untuk itu saya selalu meminta Dinas Kesehatan agar melakukan perbaikan, mulai dari pendataan hingga penangannya. Mungkin ini belum terjadi,  karena itu saya minta percepatannya saja dalam menyelesaikan persoalan Covid-19  disesuaikan dengan gerak (ritme) kita hari ini," kata Bobby beberapa waktu lalu.

Sikap tegas ini dilakukan Bobby guna memastikan Covid-19 tak lagi menjadi momok di Kota Medan. Meski saat ini Kota Medan telah memasuki zona orange atau risiko sedang,  tapi  Bobby ingin Medan secepatnya bebas dari penularan virus corona.

"Kita harus bisa ke zona hijau secepatnya. Seluruh lingkungan di Kota Medan harus segera terbebas dari Covid-19,"  tegasnya.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved