Breaking News:

Wakil Bupati Deli Serdang Tinjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)

Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 4 Tanjung Morawa.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar Meninjau Pelaksanaan Belajar Tatap Muka. 

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM - Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Negeri 4 Tanjung Morawa.

Wabup bersama rombongan tiba di SMP Negeri 4 Tanjung Morawa pukul 09.00 WIB disambut Camat Tanjung Morawa Marianto Irawadi, Kepala SMP Negeri 4 Tanjung Morawa Mara Jaman Hasibuan. Dan langsung meninjau beberapa ruangan yang melaksanakan simulasi PTMT.

Usai meninjau beberapa ruangan, ia mengadakan pertemuan dengan Korcam se Kabupaten Deli Serdang dan beberapa Kepala SD,SMP.

Dalam peninjauan itu, ia didampingi Asisten 1 Drs. Citra Effendi Capah,MSP, Kadis Pendidikan  Timur Tumanggor,S.Sos,MAP, mewakili Kepala OPD terkait.

Wakil Bupati Deli Serdang HM. Ali Yusuf Siregar mengatakan sekaligus mengingatkan siswa di Kabupaten Deli Serdang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Ia menjelaskan, lebih dua tahun masyarakat dunia termasuk Indonesia menerima wabah virus corona yang kesemuanya berdampak terhadap beberapa sektor termasuk dunia pendidikan.

Saat ini, Kabupaten Deli Serdang masuk level 3 yang artinya diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas baik di SD maupun SMP. Oleh karenanya diminta kesiapan seluruh sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka yang dimulai pada 6 September 2021 mendatang.

“Pada hari Senin 6 September 2021 mendatang seluruh sekolah di Kabupaten Deli Serdang baik SD, SMP akan melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa tetapi ada aturan yang harus dilaksanakan karena seluruh orangtua siswa mengharapkan agar pembelajaran tatap muka antara siswa dengan guru dilaksanakan,” katanya. 

Ia menambahkan, proses belajar mengajar akan diberlakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari siswa terkena wabah Covid-19.

Pembelajaran tatap muka dengan protokol yang ketat akan dievaluasi setiap minggu. Ketika satu minggu belajar diketahui disalah satu sekolah ada siswa yang positif Covid-19 maka sekolah tersebut akan ditutup.

“Justru karena itu mari kita bekerjasama untuk kepentingan anak didik yang biasa tidak kita pikirkan pulang maka ini harus pula kita pikirkan mereka pulang sampai ke rumah. Kami harapkan kepada Korcam untuk percepat menyampaikan informasi kepada Kepala Sekolah bahwa dalam 5 hari ke depan seluruh sekolah di Deli Serdang harus siap melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya. 

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved