Breaking News:

POS Pengamatan Gunung Api Sinabung Catat Pertumbuhan Kubah Lava Cenderung Menurun

Pengamat Gunung Sinabung mencatat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, akhir-akhir ini tercatat cenderung stabil.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/NASRUL
Aktivitas Gunung Sinabung terpantau cukup stabil, terlihat dari Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pengamat Gunung Sinabung mencatat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, akhir-akhir ini tercatat cenderung stabil.

Bahkan, untuk pertumbuhan kubah lava sendiri terpantau normal dan cenderung menurun.

Hal ini, diungkapkan oleh petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, saat dikonfirmasi Selasa (7/9/2021).

Dijelaskan Armen, semenjak erupsi terakhir yang terjadi pada Selasa (13/7/2021) lalu hingga sekarang aktivitas Gunung Sinabung cukup stabil.

"Pasca erupsi yang lalu, saat ini memang aktivitas Gunung Sinabung cenderung stabil," ujar Armen.

Perihal pertumbuhan kubah lava, Armen menjelaskan jika pihaknya mencatat sejauh ini tidak terlalu meningkat dibanding sebelumnya.

Pria yang sudah mengamati Gunung Sinabung sejak tahun 2010 ini menjelaskan, pascaerupsi Juli lalu pihaknya mencatat volume kubah lava di puncak gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kurang lebih satu juta kubik.

"Memang kita lihat pascaerupsi lalu, cukup banyak kubah lava yang pecah dan sekarang tinggal menyisakan kurang lebih satu juta kubik," katanya.

Ketika ditanya perihal penyebab kubah lava ini muncul, ia menjelaskan jika ini didominasi oleh kegempaan seperti hybrid.

Sementara, pascaerupsi sampai sekarang untuk kegempaan hybrid memang terlihat cukup jauh berkurang.

"Memang masih ada kegempaan-kegempaannya, cuma kita catat sudah cukup menurun, tidak terlalu banyak," ucapnya.

Namun begitu, meskipun kegempaan dan aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung lebih menurun pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada.

Karena jika melihat tipikal Gunung Sinabung tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi erupsi dan potensi bencana lainnya.

"Ya kita belum bisa prediksi juga, bisa saja dia (Sinabung) mengumpulkan tenaga, nanti bisa tiba-tiba erupsi. Untuk itu kita imbau masyarakat agar selalu waspada, dan mengikuti rekomendasi dari kita," ungkapnya.

Berdasarkan catatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, dalam 24 jam terakhir ini untuk kegempaan didominasi oleh gempa-gempa hybrid, low frekuensi, vulkanik dalam, dan gempa vulkanik dalam.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved