Breaking News:

Dosen Muda Fakultas Farmasi USU Sosialisasikan Pentingnya Mengetahui Nutrisi Makanan yang Dikonsumsi

Jumlah asupan yang diperbolehkan untuk berat badan 60 kg, berdasarkan WHO itu hanya boleh mengkonsumsi 220 mg nitrit dan 8 mg nitrat. 

Penulis: anisa rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
HO
Usai kegiatan sosialiasi mahasiswa dan dosen fakultas Farmasi USU beserta jajaran Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa melakukan Sesi foto bersama di aula Desa, Selasa (7/9) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ( USU) melakukan kegiatan sosialisasi tentang dampak banyaknya mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan nutrisi nitrit dan nitrat terhadap masyarakat Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (7/9).

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan Dosen farmasi USU Dr Henny Cahyadi menjelaskan bahwa kandungan nitrit dan nitrat tersebut sering digunakan  untuk pengawet dan pewarna bahan makanan. 

"Nitrit dan Nitrat itu merupakan  senyawa kimia yang terdapat di alam dan secara luas ditemukan di air minum, tanah dan makanan terutama sayuran yang diserap manusia secara alami," Ucap Henny dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa farmasi USU. 

Baca juga: Petani Sumut Harap Program Asuransi Usaha Tani Padi Berlanjut

Diterangkannya bahwa jumlah asupan yang diperbolehkan untuk berat badan 60 kg, berdasarkan WHO itu hanya boleh mengkonsumsi 220 mg nitrit dan 8 mg nitrat. 

"Jika jumlah asupan nitrat ataupun nitrit berlebih dapat  menimbulkan dapat meningkatkan penyakit kanker gastrointestinal," paparnya. 

Menurutnya banyak faktor yang mempengaruhi kandungan nitrit dan nitrat dalam makanan terlebih dua senyawa tersebut bisa dijadikan untuk bahan pengawet atau pewarna makanan.

"Karena kandungan nitrit dan nitrat dalam makanan khususnya sayuran dilihat dari proses pemupukan, pemanasan, kondisi penyimpanan dan pengolahan," paparnya. 

Mengetahui adanya kegiatan sosialisasi dari pihak Fakultas Farmasi USU, Ketua PKK dan Kades Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa ini mengucapkan terimakasih karena telah menambah wawasan desanya terkait kandungan makanan yang dipaparkan.

Baca juga: Ogah Dicap Seksi Lagi, Artis Ini Mantap Hijrah Total, Penampilan Baru Pakai Burqah

"Bersyukur karena mereka datang selain untuk mengabdi kepada masyarakat juga memberikan informasi penting terkait kesehatan terutama dalam pola makanan. Sehingga kami dapat wawasan baru," Ucap Musmulyadi selaku Kepala Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa.

Ia pun berharap agar kegiatan sosialisasi ini dapat diserap warganya dan  penduduk desanya menjadi lebih teliti dalam pengolahan makanan. 

"Mudah-mudahan acara ini membuat warga saya lebih teliti dalam pengolahan makanan sehingga desa ini menjadi sehat dan aman dari segala penyakit," paparnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved