Breaking News:

INILAH Manfaat yang Akan Diperoleh Pedagang Kaki Lima Setelah Kebijakan Zonasi Pedagang Berlaku

Pemerintah Kota Medan akan melakukan zonasi pedagang kaki lima agar melakukan pemberdayaan pedagang kaki lima dan penataan kota.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menemui pedagang kaki lima di Kota Medan. Ia berdialog bersama pedagang kecil. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan akan melakukan zonasi pedagang kaki lima agar melakukan pemberdayaan pedagang kaki lima dan penataan kota. Adapun, lokasi pedagang dibagi menjadi tiga zona di antaranya zona merah. 

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, zona merah merupakan lokasi bebas dari aktivitas PKL. Selanjutnya, zona kuning lokasi yang diizinkan PKL untuk melakukan aktivitas dengan syarat tertentu. 

Dan, terakhir zona hijau yang merupakan lokasi yang diizinkan untuk PKL melakukan aktivitas dengan penataan pengelompokan jenis barang dagangan. 

Bobby Nasution berharap PKL tetap bisa beragang bahkan mendapatkan perlindungan serta sarana dan prasarana. Sehingga, menjadi aset dalam penataan kota bukan dijadikan sebagai masalah perkotaan. 

Apalagi menantu Presiden Joko Widodo ini sedang menggaungkan kawasan Kesawan sebagai "The Kitchen of Asia"

Sedangkan, Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar menambahkan kebijakan zonasi pedagang PKL akan bermanfaat untuk pedagang. Sebab, PKL akan terdaftar dan mendapatkan pelayanan tanda pengenal. 

Selanjutnya, pedagang mendapatkan penataan dan pembinaan, mendapatkan perlindungan serta difasilitasi untuk mendapatkan penyediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana.

"Banyak manfaat yang akan diproleh oleh PKL, mereka akan mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.  Selain itu, juga mendapatkan pembinaan dan sarana dan prasarana yang nyaman untuk berdagang sehingga kita berharap PKL kita dapat meningkat perekonomiannya karena peraturan ini memberikan jaminan bagi PKL untuk berdagang," ujarnya. 

Dalam peraturan tersebut disebutkan dalam rangka pemberdayaan aktivitas PKL, Wali Kota Medan bisa melakukan kemitraan dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Bentuk kemitraan dengan dunia usaha nanti itu dapat berupa penataan peremajaan tempat usaha PKL, peningkatan kemampuan berwirausaha melalui bimbingan, pelatihan dan bantuan permodalan. Selain itu juga adanya promosi usaha dan event pada lokasi binaan," katanya. 

Halim salah seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berdagang di Jalan Yos Sudaro mengaku senang dengan adanya peraturan ini. Sebab, PKL akan mendapatkan perlindungan dalam berdagang serta difasilitasi sarana dan mendapatkan pelatihan.

"Kalau saya sebagai pedagang ya pasti senang karena mendapatkan banyak keuntungan, selama ini kan kami tidak pernah diperhatikan," ungkapnya. 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved