Breaking News:

Petani Sumut Harap Program Asuransi Usaha Tani Padi Berlanjut

Seperti pengakuan seorang petani di Serdangbedagai bernama Mulkan Saragih yang mengatakan asuransi ini sangat berguna.

Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petani memanen padi di persawahan Desa Pematang Johar, Deliserdang, Sabtu (8/2/2020). Bercocok tanam merupakan mata pencaharian warga setempat, dengan areal seluas 100 hektar. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sektor pertanian khususnya padi dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi.

Resiko yang dirasakan petani antara lain adalah kegagalan panen yang disebabkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit/ Organisme Penggangu Tumbuhan atau lazim disebut OPT.

Untuk itu para petani merasa sangat terbantu dengan adanya program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Baca juga: Aturan PPKM Level 4 di Medan diperpanjang hingga 20 September 2021

Dengan adanya program ini petani mendapatkan modal kerja kembali ketika gagal panen.

Manfaat asuransi itu juga dirasakan petani di Sumatera Utara.

Seperti pengakuan seorang petani di Serdangbedagai bernama Mulkan Saragih yang mengatakan asuransi ini sangat berguna.

Mulkan mengatakan sawah kelompok taninya sempat terkena gagal panen akibat banjir dan hama pada akhir tahun lalu.

Mereka mendapatkan pengganti modal kerja karena sudah mendaftar program AUTP.

"Luas total areal persawahan anggota Poktan kami 60 hektar, yang didaftarkan asuransi ada 40 hektar sawah dengan premi Rp36 ribu per hektar per bulan. Dan saat itu yang gagal panen ada 12 hektar sawah," jelasnya.

Mulkan menjelaskan pada saat itu mereka berhasil mendapatkan klaim asuransi sekitar Rp6 juta per hektar.

Baca juga: Skuat Persesi Siantar Mulai Berlatih 20 September, CEO Minta Dukungan Stakeholder

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved