Breaking News:

Pohon Kelapa Unik di Desa Naga Kesiangan Ini Mirip Tubuh Ular, Jadi Obyek Foto Warga yang Melintas

Pemilik pohon kelapa, Masniah (87), mengatakan pohon kelapa itu ditanam oleh suaminya, Baharuddin, sekitar tahun 1984 silam.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Pohon kelapa unik di Dusun I, Desa Naga Kesiangan, Serdangbedagai, Sumatera Utara, Rabu (8/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Pohon kelapa di Dusun I, Desa Naga Kesiangan, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, tepatnya di depan Masjid Al Muttaqin, memiliki bentuk yang unik.

Pohon yang memiliki tinggi sekitar 15 meter ini pada bagian ujungnya berbentuk hampir seperti spiral. Warga yang melintas di dekat pohon kelapa ini sering berhenti dan berfoto serta menyebutnya mirip seperti ular.

Pemilik pohon kelapa, Masniah (87), mengatakan pohon kelapa itu ditanam oleh suaminya, Baharuddin, sekitar tahun 1984 silam.

"Pertama kali ditanam itu berjumlah tiga batang, cuma satu batangnya sudah terbakar karena tersambar petir," ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Masniah pun mengaku heran mengapa pohon itu memilik bentuk yang unik seperti saat ini.

"Kami enggak tahu kenapa bisa tumbuh batangnya seperti bentuk badan ular. Pohon itu tumbuh tinggi, dan tahu-tahu kok bisa belok-belok seperti itu," ujar Masniah.

Karena melihat bentuk pohon yang unik, banyak pengendara yang melintas berhenti sejenak untuk melihat dan berswafoto.

Menurut Masniah, siapa saja boleh mengambil buah yang jatuh dari pohon kelapa itu.

"Buahnya itu siapa yang dapat, ya untuk dia. Siapapun boleh ambil. Tidak ada larangan siapa yang mau ambil. Asal jatuh, nanti di ambil orang. Kami pun kadang ambil juga, untuk dijual," ujar Masniah.

Pohon ini semakin memiliki daya tarik jika dihubunkan dengan nama desa tempatnya tumbuh, yaitu Desa Naga Kesiangan.

Masniah mengatakan, ada sebuah cerita yang beredar di lingkungannya tentang seekor naga yang menyangkut di jembatan yang tidak jauh dari pohon kelapa unik ini. 

"Dulu kata nenek-nenek saya, ada naga kesiangan di bawah jembatan yang sekitar 500 meter dari lokasi pohon kelapa ini," ujar Masniah.

"Dulu di jembatan itu banjir, jadi turun dari atas seekor naga nyangkut di jembatan itu. Ekornya mengarah ke Kampung Naga Buntu, Dusun II, dan kepalanya mengarah ke Desa Naga Kesiangan ini di Dusun I, Serdangbedagai (Sergai), makanya dibilang Desa Naga Kesiangan," sambungnya. 

Di bawah jembatan itu, katanya, ada sebuah batu berbelok-belok seperti ular yang menurut dongeng merupakan perwujudan seekor naga.

"Katanya naga itu sekarang sudah menjadi batu di bawah jembatan itu. Dan batunya itu belok-belok seperti badan naga," tutup Masniah. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved