News Video

UNIK, Batang Pohon Kelapa Seperti Ular di Desa Naga Kesiangan Sergai

Masniah mengatakan, awalmula pohon kelapa ditanam oleh suaminya pada tahun 1984 bernama Baharuddin (82) yang sudah meningggal beberapa tahun lalu.

UNIK, Batang Pohon Kelapa Seperti Ular di Desa Naga Kesiangan Sergai

TRIBUN-MEDAN.COM, SERGAI - Terlihat cukup unik dan menarik, sebatang pohon kelapa sekitar 15 meter tingginya yang berada di Dusun I, Desa Naga Kesiangan, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara, tepatnya di depan Masjid Al Muttaqin, memiliki bentuk yang tak lazim pada umumnya.

Amatan wartawan www.tribun-medan.com dilokasi, tampak bentuk batang pohon kelapa tersebut seperti ular.

Seorang warga bernama Masniah (87) menceritakan bagaimana awal munculnya batang pohon kelapa tersebut.

Masniah mengatakan, awalmula batang pohon kelapa ini ditanam oleh suaminya pada tahun 1984 bernama Baharuddin (82) yang sudah meningggal beberapa tahun yang lalu.

"Itu di tanam pertama kali di tahun 1984 oleh suami saya bernama Baharuddin. Pertama kali ditanam itu berjumlah tiga batang, cuma satu batangnya sudah terbakar karena tersambar petir," ujar Masniah, Rabu (8/9/2021).

Lanjut Masniah, ia bersama suaminya tidak tau menahu mengapa bentuk pohon kelapa yang di tanam suaminya berbentuk seperti ular.

"Kami enggak tau kenapa bisa tumbuh batangnya seperti bentuk badan ular. Dia tumbuh tinggi tau-tau kok bisa belok-belok kek gitu," ujar Masniah.

Sementara itu, karena memiliki bentuk yang unik, banyak pengendara yang melintas berhentu sejenak untuk melihat dan berswafoto.

Saat ditanya perihal buah kelapanya, Masniah mengatakan, tidak melarang bagi siapa pun yang ingin mengambilnya.

"Buahnya itu siapa yang dapat, ya untuk dia. Siapapun boleh ambil. Tidak ada larangan siapa yang mau ambil. Asal jatuh nanti di ambil orang. Kami pun kadang ambil juga, untuk di jual," ujar Masniah.

Disinggung mengenai nama Desa Naga Kesiangan, Masniah menceritakan dahulu kala ada seekor naga yang nyangkut di jembatan yang tidak jauh dari lokasi pohon kelapa unik ini.

"Dulu konon katanya, nama Desa Naga kesiangan, dulu kata nenek-nenek saya, ada naga kesiangan di bawah jembatan yang sekitar 500 meter dari lokasi pohon kelapa ini," ujar Masniah.

"Dulu di jembatan itu banjir, jadi turun dari atas seekor naga nyangkut di jembatan itu. Jadi ekornya mengarah ke Kampung Naga Buntu, Dusun II, dan kepalanya mengarah ke Desa Naga Kesiangan ini di Dusun I, Serdangbedagai (Sergai), makanya dibilang Desa Naga Kesiangan," sambungnya.

Sementara itu, yang dulunya dibilang seekor naga, sekarang sudah berubah menjadi batu yang berbelok-belok dibawah jembatan.

"Jadi yang dulu katanya seekor naga sekarang sudah menjadi batu di bawah jembatan itu. Dan batunya itu belok-belok seperti badan naga," tutup Masniah.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved