Breaking News:

Pemkab Deliserdang Fokus Turunkan Stunting, Begini Keterangan Lengkap Wakil Bupati

Wakil Bupati Deli Serdang, Ali Yusuf Siregar mengikuti penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar Mengikuti Rapat Kinerja Penurunan Stunting di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. 

Melalui Perbup No. 36 Tahun 2020 tentang pedoman penyusunan APBDes TA.2020, telah mengalokasikan anggaran kader PKK, bidan desa dan kader Posyandu agar memiliki pemahaman yang sama. Dan dapat mengoptimalkan perannya masing-masing.

Pelatihan ini juga dilengkapi dengan aplikasi E-HDW (Human Development Worker) yang digunakan sebagai alat bantu kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM). Selain itu, dalam melakukan pemantauan dan pendataan sasaran rumah tangga 1000 HPK  (Hari Pertama Kelahiran).

Pada aksi 6 sistem manajemen data telah dilakukan tabulasi melalui aplikasi EPPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Laporan PAUD, laporan rumah tangga peserta JKN diharapkan akurasi dan ketetapan tersebut akan memberikan dampak positif positif terhadap intervensi program yang dilaksanakan.

Pada aksi 7 pengukuran dan publikasi stunting tetap dilaksanakan pada seluruh desa, namun untuk desa prioritas. Pada lokus dilakukan lebih intens, sehingga sebaran prevalensi stunting dapat dimonitor perkembangannya sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi.

Pada aksi 8 review kinerja tahunan terdapat 11 cakupan indikator spesifik telah memperlihatkan data capaian yang baik. Namun,  pada 9 indikator sensitif masih perlu kerja keras antara lain cakupan keluarga yang mengikuti bina keluarga balita 44,5 persen. 

"Cakupan desa menerapkan KRPL 6,6 persen, cakupan rumah tangga peserta JKN 64,6 persen dan cakupan orang tua mengikuti kelas parenting 64,41 persen," ujarnya. 

Dengan berbagai permasalahan yang ada maka program ini tidak akan berjalan optimal jika hanya dilaksanakan oleh Pemkab Deli Serdang, sehingga perlu keterlibatan masyarakat dan dunia usaha. 

Dan lintas sektor dengan pendekatan holistik, integratif, tematik, dan perlu dilakukan secara terus menerus kegiatan kegiatan praktik baik dan inovasi baru. 

"Yang dapat langsung memberikan dampak positif yang dirasakan masyarakat Deli Serdang. Beberapa inovasi yang telah dilakukan antara lain sedulor (sehat dengan daun kelor), marjaga hati (mari buat jamban sehat keluarga, hari ini dan tidak nanti). Sinande Bundaku Sayangi Ibu dan Anak Deli Serdang: Hubungi Bidan Setiap Waktu). 

SADOKU (siap antar dokumen kependudukan) PEREK KENCANA (pelayanan bergerak keluarga berencana menjangkau wilayah terpencil dan perbatasan), dan PMT PAUD (Pemberian Makanan Tambahan PAUD) 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved