Breaking News:

Pengadaan Jagung di Toba Jadi Sorotan, Kapolda Sumut dan Kajatisu Diminta Turun Tangan

Beberapa hari terakhir, lini media sosial maupun kalangan petani di Kabupaten Toba pro kontra terhadap program pengadaan jagung.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/HO
Bupati Toba Poltak Sitorus memberikan bibit jagung kepada masyarakat Toba di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Jumat (6/8/2021). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kelompok tani yang berada di Kecamatan Uluan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Beberapa hari terakhir, lini media sosial maupun kalangan petani di Kabupaten Toba pro kontra terhadap program pengadaan jagung.

Hal tersebut hingga memancing reaksi Liston Hutajulu, tokoh pergerakan rakyat di Sumut yang selama ini vokal bersuara terhadap adanya penyelewengan yang merugikan masyarakat.

"Ini harus segera diselamatkan agar beban negara tidak menjadi bertambah dalam masa-masa sulit Pandemi ini. Apalagi petani, jangan coba-coba disakiti. Bisa bahaya," ujar Liston berbincang dengan Tribun Medan di Medan, Kamis (9/9/2021).

Liston yang pernah berjuang menyurakan masuknya listrik di beberapa desa di Kabupaten Toba ini mendesak Kapolda Sumut dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajatisu) mengawasi pengadaan jagung di Toba. Soalnya, Pengadan jagung di Toba belum merata. 

Anehnya, sebelum jagung didistribusikan, Pemkab Toba meminta petani harus tergabung dulu dalam kelompok tani (Koptan).

Namun, belakangan berbeda karena jagung ujung-ujungnya didistribusikan yang bahkan telah 55 persen disebar ke petani tanpa prosedur.

"Sementara kelompok tani belum terbentuk dan jagung sudah harus ditanam. Dalam pendistribusian saat ini sangat rancu, karena petani harus bentuk Koptan dan mengurus administrasi Koptan begitu lama," kata Liston Komplain.

Kemudian, penampungan untuk pemasaran jagung nantinya ketika panen pun belum tersedia. Untuk pendistribusian bibit jagung yang telah 55 persen ini pun belum diketahui seperti realisasinya.

Liston Hutajulu, tokoh pergerakan rakyat di Sumut mengkritisi soal pengadaan jagung di Kabupaten Toba yang dianggap carut marut.
Liston Hutajulu, tokoh pergerakan rakyat di Sumut mengkritisi soal pengadaan jagung di Kabupaten Toba yang dianggap carut marut. (TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA)

"Saya berharap, Kejati Sumut dan Kapolda Sumut, mengawasi. Pemkab Toba juga agar dapat belajar dari Pemkab Taput yang bertanggung jawab mengawasi tengkulak dan menstabilkan harga hingga membuat pasar rakyat untuk petani," kata Liston.

Sebagaimana, setelah berjalan sekitar dua bulan, sebagian penanaman bibit jagung di Toba mengalami gangguan sehingga bibit jagung tersebut tidak tumbuh dengan baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved