Breaking News:

PT KAI Minta Rp 2 M untuk Sewa Lahan Eks Stasiun KA Delitua, Pemkab Deliserdang Mengaku Tak Bisa

Rencana Pemkab Deliserdang untuk membenahi kesemrawutan di area eks Stasiun Kereta Api di Delitua terhambat.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRI BUN MEDAN/Indra Gunawan
Kadis PMD Deliserdang Citra Efendy Capah. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Rencana Pemkab Deliserdang untuk membenahi kesemrawutan di area eks Stasiun Kereta Api di Delitua terhambat.

Asisten I Sekretaris Daerah Deliserdang, Citra Efendy Capah menjelaskan, Pemkab hanya menginginkan agar kawasan eks stasiun kereta api di Delitua itu bersih dan tertata rapi.

Selain semrawut oleh pedagang kaki lima, arus lalu lintas di area itu juga kerap macet.

Ternyata rencana itu sulit diwujudkan karena PT KAI sebagai pemilik aset meminta biaya sewa Rp 2 miliar per tahun. 

Baca juga: PT KAI Minta Rp 2 Miliar Jika Pemkab Deliserdang Ingin Kelola Area sekitar Eks Stasiun Delitua

"Pemkab tidak bisa menyewa itu, apalagi sampai Rp 2 miliar per tahun. Enggak boleh itu. Pemkab sejak awal tidak berniat menjadikan kawasan itu tempat usaha, tapi karena ingin menata dan mengelola kemacetan," ucap Citra.

Mantan Kadis PMD ini mengatakan, saat ini memang ada yang melirik areal itu untuk mendirikan ladang bisnis, yaitu PT Bhineka Perkasa Jaya yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 

Menurutnya, PT Bhineka Perkasa Jaya telah menawarkan uang sewa Rp 250 juta untuk sepuluh tahun memanfaatkan lahan milik PT KAI di area itu. 

Untuk besarannya sekitar 250 juta untuk jangka waktu 10 tahun. 

"Kalau BUMD bisa menyewa karena badan usaha. Kalau dari Pemkab mana boleh sewa itu. Sebenarnya dari Pemkab enggak ada maksud menginginkan dua hektare apalagi empat hektare. Tujuannya untuk supaya bersih dan rapi saja di sana," katanya. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved