Breaking News:

PT LIB Segera Nilai Kelayakan Stadion Teladan, Ini Kekurangan yang Perlu Segera Dibenahi!

Panpel rencananya akan melapor ke Walikota Medan dan Gubernur Sumut agar pengerjaannya bisa dilakukan dengan cepat. 

Penulis: Sofyan akbar | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
Sekum PSMS Medan Julius Raja saat memantau kondisi Stadion Teladan, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSMS Julius Raja dan Local General Coordinator (LGC) Pesta Lumban Gaol memeriksa kondisi terkini Stadion Teladan Medan, Kamis (9/9/2021) sore. 

"Kami selaku Panpel datang kemari untuk mengecek persiapan awal sebelum tim verifikasi dari PSSI dan PT LIB selaku operator liga datang ke Medan. PSMS sudah menerima surat dari mereka menanyakan kesiapan sebagai tuan rumah. Tentu kami sampaikan kami siap jika ditunjuk menjadi tuan rumah Liga 2 nantinya," ujar King. 

Menurutnya, sisa waktu dua pekan sebelum kickoff Liga 2 akan dimaksimalkan untuk membenahi kondisi stadion, terutama rumput.

"Misalnya diratakan sedikit atau digiling dan ditanami rumputnya. Serta ada juga beberapa yang harus diperbaiki di sektor Timur, supaya bisa dipergunakan nantinya. Selain itu juga kita berencana mengganti jaring gawang dengan yang baru karena kondisinya sudah tidak begitu layak untuk pertandingan besar," terangnya. 

Ditanya tentang kesiapan sejumlah ruang seperti kamar ganti pemain dan toilet serta ruang lainnya, King menilai tidak ada masalah.

Panpel rencananya akan melapor ke Walikota Medan dan Gubernur Sumut agar pengerjaannya bisa dilakukan dengan cepat. 

"Kalau mereka sudah turun dan ikut meninjau langsung, dalam dua hari pun selesai barang ini," sebutnya. 

Dalam kesempatan itu juga King menyoroti permasalahan penerangan. Untuk itu pihaknya akan mengecek kesiapan lampu stadion pada malam hari. 

"Malam hari kita juga akan kemari untuk mengecek pencahayaan, karena pencahayaan harus terfokus ke lapangan. Nantinya juga tim verifikasi bakal mengecek mengenai cahaya apakah layak atau tidak untuk melakukan laga pada malam hari," ungkapnya. 

"Yang terpenting adalah bagaimana penanganan Covid. Karena itu kita harus melakukan kerjasama dengan gugus tugas dan petugas Dinkes Kota Medan dan Provinsi Sumut. Kita tidak mau Stadion teladan menjadi cluster baru penyebaran Covid," sambungnya. 

King menegaskan sesuai arahan PT LIB dan PSSI bahwa di setiap laga hanya membolehkan 299 orang di dalam stadion.

"Baik itu kedua tim, ofisial media, perangkat pertandingan termasuk anak gawang. Jadi seperti biasanya setiap bola keluar disemprot terlebih dahulu agar semua tetap steril dan mencegah penularan virus," pungkasnya. (akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved