Breaking News:

Sejumlah Guru Honor Bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Medan, Mereka Beberkan Keluhan

Sejumlah guru yang merupakan perwakilan dari guru honor di Medan, bersilaturahmi kepada Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Sejumlah Perwakilan Guru Honor di Kota Medan Bertemu Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman di Balai Kota Medan. Mereka Menyampaikan Sejumlah Keluhan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah guru yang merupakan perwakilan dari guru honor di Medan, bersilaturahmi kepada Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, di Balai Kota Medan. Kehadiran para guru honor tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan terkait kesejahteraan para guru-guru non PNS yang ada di Kota Medan.

"Kami minta agar Pemko Medan bisa lebih memperhatikan para guru-guru honor ini dan kami yakin pak Bobby dan Pak Aulia sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota bisa mewujudkannya," ujar Nita Mewakili Guru honor yang bertugas di SD 060911 Medan Denai.

Dia menjelaskan bahwa gaji guru honor saat ini juga masih sangat rendah bahkan ada yang menerima upah sebesar Rp 300 ribu.

"Prihatin sebenarnya, sebab masih ada guru honor yang terima upah 300 ribu/bulan," katanya. 

Ia menambahkan, program pemerintah terkait seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sebagaimana yang diprogramkan oleh pemerintah pusat merupakan kesemapatan. Dan, peluang emas untuk para guru honor tersebut. 

"Tentunya P3K menjadi peluang bagi para guru honor, dan kami berharap bisa mendapat kesempatan untuk mengikutinya," ujarnya. 

Sedangkan, Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman menegaskan bahwa Pemerintahan Kota Medan saat ini di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, bertekad untuk fokus dan perhatian dalam upaya peningkatan kesejahteraan para guru honor.

"Tekad Pemko Medan ke depan, bagaimana agar para guru honorer ini bisa memenuhi kebutuhan dan merasakan hidup sejahtera. Dan ini menjadi skala prioritas pemerintah dan satuan pendidikan agar bisa lebih memperhatikan kesejahteraan guru," katanya. 

Dia menuturkan, para guru honor juga diyakini memiliki potensi dan kemampuan yang sama pula dengan para guru ASN dalam mendidik anak-anak di sekolah dalam melahirkan generasi cerdas penerus bangsa. Oleh karena itu, pahlawan tanpa tanda jasa itu, juga harus mendapatkan apresiasi setimpal dengan upah layak. 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved