Breaking News:

Tinjau Vaksinasi di UMN, Bobby Nasution: Capaian Target Vaksinasi di Medan Lebih 35 Persen

Pencapaian vaksinasi di Kota Medan sudah mencapai 35 persen lebih. Jumlah ini sudah diatas standar nasional untuk program vaksinasi.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di UMN, Jalan Garu, Medan. Dalam Kesempatan itu, ia menyebutkan vaksinasi Kota Medan di atas 35 persen. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pencapaian vaksinasi di Kota Medan sudah mencapai 35 persen lebih. Jumlah ini sudah diatas standar nasional untuk program vaksinasi, karena capaian yang diminta Pemerintah Pusat untuk vaksinasi di daerah 35 persen. Capaian Vaksinasi tersebut merupakan dosis satu dan dosis dua, untuk dosis satu saja per hari ini sudah 40 persen.

"Standar nasional vaksinasi untuk didaerah 35 persen,hal ini disampaikan Menko Perekonomian dalam Rakor, Untuk Medan saat ini sudah diatas 35 persen," Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution ketika meninjau pelaksanaan Vaksinasi dosis kedua bagi mahasiswa yang digelar BEM Sumut bersama Polri di Universitas Muslim Nusantara, Jl. Garu II A, kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas.

Hadir dalam peninjauan vaksinasi ini Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP, mewakili Pangdam I/BB, Plt Kadis Kesehatan dr Mardohar Tambunan dan Kadis Pendidikan Kota Medan, Adlan.

Dikatakan Bobby Nasution, sampai dengan saat ini vaksinasi skala mikro yang digelar diberbagai wilayah di Kota Medan masih berlangsung. Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga digelar jajaran TNI-Polri bahkan sampai di tingkat Polsek,

"Ini kita kombain untuk mencapai target vaksinasi dari 80 Faskes yang ada kita hanya mengoperasikan 41 Faskes, hal ini dikarenakan jumlah stok vaksin yang ada di kota Medan," ujarnya. 

"Saat ini vaksin tersedia hanya 26 ribu, jika seluruh faskes dioperasikan maka per hari akan menghabiskan 16 ribu vaksin. Dan dalam dua hari stok vaksin akan habis. Ini yang kita hindari makanya hanya 41 Faskes yang dioperasikan," kata Bobby Nasution.

Selanjutnya, Bobby Nasution mengungkapkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Medan sudah menurun, namun untuk keluar dari status PPKM level 4 harus mendapatkan izin dari Pemerintah Pusat. Artinya selain penurunan kasus Covid-19 ada beberapa faktor yang membuat Kota Medan masih status PPKM level 4.

"Salah satunya tingkat mobilitas masyarakat dari kabupaten atau kota di sekitar Kota Medan. Ini juga yang menjadi penilaian pemerintah pusat, sehingga untuk perpanjangan PPKM level 4 itu keputusan pemerintah pusat. Jadi kami masih menunggu," ujarnya. 

Bobby Nasution menjelaskan untuk penanggulangan Covid-19, Pemko Medan saat ini terus melakukan 3 T, khususnya tracing dan testing ditargetkan 23 ribu dilakukan per harinya. Untuk mencapai target ini Pemko Medan telah berkoordinasi dengan klinik atau rumah sakit yang melakukan Swab PCR maupun Swab Antigen agar datanya masuk ke Kota Medan.

Selain itu Pemko Medan juga akan memperhatikan anak-anak yang sudah yatim piatu dikarenakan orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

"Dinas terkait telah melakukan pendataan, ada sekitar 300 anak yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19, ini kami akan memperhatikan dan memberikan bantuan kepada mereka. Artinya tidak hanya materi yang diberikan, bentuk perhatian untuk mentalnya juga diberikan," ungkapnya. 

Kapolda Simut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengungkapkan pihaknya terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk program vaksinasi. Kepolisian terus bergerak membantu pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan dan pencapaian target vaksinasi.

"Untuk kota Medan sendiri berdasarkan hasil rapat dengan Kementerian vaksinasi di Kota Medan nomor satu, namun kami akan terus menggenjot vaksinasi," ungkapnya. 

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved