Breaking News:

Empat Daerah Salah Masukkan Data Covid-19, Edy Rahmayadi: Kacau Ini!

Empat daerah itu adalah Medan, Sibolga, Mandailingnatal (Madina), dan Pematangsiantar. 

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan soal PPKM Level 4, Selasa (24/8/2021).(TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengungkapkan ada empat kabupaten/kota di Sumut yang kurang akurat dalam pendataan penanganan Covid-19.

Empat daerah itu adalah Medan, Sibolga, Mandailingnatal (Madina), dan Pematangsiantar. 

Penyebabnya, menurut Edy, petugas yang menginput data di daerah tersebut belum mahir atau gagap teknologi (gaptek). Padahal pendataan penanganan Covid-19 sudah terdigitalisasi.

"Medan, Sibolga, Madina dengan Siantar. Kacau ini. Yang lain masih ada perselisihan, tapi limitnya masih di bawah sehinggga tak mendongkrak," ungkap Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Jumat (10/9/2021).

Ia pun mencontohkan kasus salah input data terjadi di Kabupaten Madina. Data di lapangan, pasien Covid-19 yang meninggal dalam sepekan berjumlah enam orang. Namun, data yang diterima Kementerian Kesehatan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Kabupaten Madina dalam sepekan adalah 76 orang.

Akhirnya pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Madina sebagai wilayah kriteria PPKM level 4.

"Contoh Bupati Madina. Mertua dan adik istrinya terdata meninggal. Disampaikan ke saya, ini masih hidup  mertuanya. Ini siapa yang membuat datanya meninggal?" katanya.

Menurut Edy, tren pandemi Covid-19 di Sumut sudah mulai melandai. Hanya lantaran permasalahan pendataan yang belum baik, mengakibatkan angka Covid-19 di Sumut masih dinyatakan tinggi.

"Kalau ini kita lakukan dengan benar. Kita itu tak segitu ini. Kita sudah bagus kondisinya. Kenapa sampai 400 saat ini. Kalau kita teliti data yang double-double ini. Kembali lagi kita gaptek. Kita tak terlalu jago. Atau daerah-daerah kita sinyalnya timbul tenggelam. Karena IT sangat memerlukan sinyal yang baik," jelasnya.

Untuk itu, kata Edy, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sumut turun ke daerah untuk mengevaluasi terkait penginputan data penanganan Covid-19 di Sumut."Ini lah yang sedang kita evaluasi," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved