Breaking News:

Gubernur Edy Rahmayadi Lantik Mantan Terpidana Jadi Kadiskes Sumut

Dalam surat putusan tersebut, tertulis bahwa kasus yang menimpa Ismail Lubis adalah penghinaan kepada wartawan pada tahun 2014.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Royandi Hutasoit
HO
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (tengah) saat memberi keterangan usai melantik Kadiskes Sumut, drg Ismail Lubis (kanan) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melantik drg Ismail Lubis sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sumut pada Jumat (10/9/2021).

Pelantikan dilakukan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan.

Kemudian pasca-pelantikan, justru beredar surat putusan Pengadilan Tinggi (PT) Medan bernomor 522/PID/2015/PT.MDN, terhadap terdakwa drg Ismail Lubis

Dalam surat putusan tersebut, tertulis bahwa kasus yang menimpa Ismail Lubis adalah penghinaan kepada wartawan pada tahun 2014.

Namun, oleh Pengadilan Negeri (PN) Mandailingnatal (Madina), ia dinyatakan tidak bersalah.

Akan tetapi, proses banding di Pengadilan Tinggi (PT) Medan, justru memutuskan bahwa ia terbukti melakukan penghinaan.

"Menyatakan terdakwa drg. Ismail Lubis tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penghinaan," tertulis di dalam isi putusan PT Medan itu.

Berdasarkan putusan itu, Ismail pun kemudian dijatuhi dengan hukuman percobaan selama 3 bulan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa drg Ismail Lubis oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.  Menetapkan bahwa pidana penjara  tersebut tidak usah dijalani, kecuali dikemudian hari ada putusan Hakim  yang  menentukan lain disebabkan karena terdakwa telah melakukan suatu tindak  pidana sebelum percobaan 6 (enam) bulan," dalam putusan itu.

Ketika dikonfirmasi perihal putusan PT Medan itu, Ismail Lubis menyatakan bahwa hukuman tersebut tidak pernah ia jalani, lantaran putusannya merupakan hanya hukuman percobaan.

"Udah selesai itu. Udah empat tahun ntah lima tahun. Nggak ada hukuman. Pencemaran nama baik, nggak ada hukumannya. Udah clear. Kita bukan menjalani hukuman, Insya Allah saya tidak pernah menjalankan. Itu hukuman percobaan, jika tiga bulan itu ada permasalahan hukum bisa ditahan," ungkap Ismail, Jumat (10/9/2021).

Sebelumnya, Gubernur Edy menyatakan bahwa pelantikan terhadap Ismail Lubis dilakukan lantaran yang bersangkutan merupakan peraih ranking pertama dalam lelang jabatan untuk posisi Kadis Kesehatan Sumut.

Terlebih, setelah BKD Sumut menelusuri latar belakang dan juga dilakukan konseling terhadap Ismail Lubis, hasilnya ternyata tak memiliki catatan buruk.

"Dilakukan pencarian track record. Dan clear. Hari Rabu disampaikan kepada saya. Dan Kepala BKD bilang pelantikan dilakukan senin. Kenapa Senin? Jangan ditunda, Jumat saya bilang dilantik. Karena banyak nasib kesehatan orang disitu," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved