Breaking News:

Pemkab Karo Buka Seleksi PPPK, Buka Formasi Guru untuk 831 Orang

Pemerintah Kabupaten Karo membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo dr Eddi Surianta Surbakti, saat ditemui di kawasan Kecamatan Berastagi, Jumat (10/9/2021). Pemkab Karo membuka seleksi PPPK bagi guru honorer, dengan formasi 831 orang. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Pemerintah Kabupaten Karo membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

Pemkab Karo mencari tenaga pendidik atau guru honorer yang mengajar dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Dr Eddi Surianta Surbakti mengatakan, pada tahun ini seleksi akan dibuka menjadi tiga tahapan. Dari tiga tahapan ini, Pemkab Karo membuka kesempatan atau menyediakan formasi sebanyak 831 orang.

"Ya untuk pendaftaran sudah dibuka, dan untuk formasi PPPK tahun ini sebanyak 831 orang," ujar Eddi, saat ditemui di kawasan Berastagi, Jumat (10/9/2021).

Diketahui, untuk pelaksanaan seleksi PPPK sedikit berbeda dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dijelaskan Eddi, untuk seleksi PPPK dibagi ke dalam tiga tahapan di mana setiap tahapan calon peserta berasal dari pendaftaran yang berbeda.

"Untuk tahap pertama, guru mendaftar dari lokasi kerjanya masing-masing. Kemudian, tahap kedua boleh dari satuan kerja yang berbeda, dan untuk yang ketiga dari luar provinsi juga boleh," ucapnya.

Untuk tahapan pertama, Eddi menjelaskan jika pelaksanaan ujian akan dilakukan pada Senin (13/9/2021) mendatang hingga Kamis (16/9/2021). Pada seleksi tahap pertama ini, akan dilangsungkan di SMPN 3 Berastagi, Jalan Jamin Ginting, Berastagi.

Berdasarkan data yang ada pada Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, pada tahapan pertama ini calon PPPK yang sudah mendaftar sebanyak 704 peserta. Karena saat ini masih masa pandemi penyebaran virus corona, untuk menghindari kerumunan ujian dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya.

"Ujian dilakukan empat hari di SMPN 3 Berastagi, sudah ada 704 pelamar. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya, sehingga setiap satu sesi ada 89 peserta yang ujian," ucapnya.

Menurutnya, seleksi terbuka untuk guru honorer yang sudah memasuki masa kerja selama lebih dari dua tahun. Sedangkan untuk usia tidak dibatasi, namun guru honorer jika ingin mendaftar maksimal satu tahun sebelum memasuki masa pensiun di usia 60 tahun.

Bagi guru honorer yang sudah mendaftar, pihaknya meminta agar pelamar mencetak kartu ujian paling lama tanggal 11 September. Di mana, di dalam kartu ujian berisikan nomor dan di mana letak peserta akan mengikuti seleksi.

"Dan kita minta calon peserta ini sudah divaksin, dan menyertakan hasil rapid antigen yang masih berlaku pada saat ujian," katanya.

Diketahui, salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh peserta sebelum mengikuti ujian ialah menyertakan bukti vaksin dan hasil rapid antigen. Khusus hasil rapid antigen, Pemkab Karo membolehkan jika peserta melakukan pemeriksaan mandiri maupun di lokasi ujian. Dengan syarat, bagi peserta yang ingin rapid di lokasi ujian diminta datang lebih awal untuk menghindari antrean. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved