Breaking News:

Petani Sergai Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi, Ini Penjelasan Dinas Pertanian!

Petani Kabupaten Serdangbedagai, Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Panen padi di lahan yang merupakan hasil program cetak sawah baru di Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebingtinggi, Selasa (31/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Petani Kabupaten Serdangbedagai, Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi.

YS (30) warga Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdangbedagai, Sumatera Utara mengatakan, kelangkaan pupuk subsidi sepertinya tidak pernah teratasi, hingga menyulitkan petani khususnya di Kecamatan Teluk Mengkudu.

"Terutama pupuk ZA dan SP-36 sangat langka, petani sangat membutuhkan. Apalagi saat ini pada masa pandemi, kalau non subsidi harganya terlalu tinggi," ujar YS, Jumat (10/9/2021).

YS berharap kepada Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai, melalui dinas pertanian agar serius melakukan terobosan dan kerja nyata dalam mengatasi kelangkaan pupuk subsidi guna menunjang ekonomi petani di tengah pandemi saat ini.

"Kita petani hanya berharap kelangkaan pupuk segera teratasi, sesuai visi bupati dan wabup, yakni Sergai Maju Terus, Mandiri, Sejahtera dan Religius," ucap YS. 

Hal senada juga disampaikan oleh SR (46) warga Kecamatan Tanjung Beringin, yang mengeluh pupuk bersubsidi langka, apa lagi pada saat ini memasuki masa tanam. 

"Kami para petani biasanya memang mengandalkan pupuk bersubsidi karena harganya yang jauh lebih murah," ujar SR.

Lanjutnya, SR menegaskan semua petani sangat bergantung dengan pupuk tersebut. Daya beli petani tentu tidak sanggup untuk mendapatkan pupuk non subsidi. Dengan ketiadaan pupuk, maka program pertanian apapun juga akan gagal total.

"Untuk itu, saya berharap agar pupuk bersubsidi bisa diperoleh lagi dengan mudah, sehingga tanaman padi dan lainnya milik petani tidak terancam gagal panen," ujar SR.

Selanjutnya ditambahkan petani asal Kecamatan Dolok Masihul inisial TS (45) menyampaikan, pupuk subsidi pada kelompok tani terkadang tidak banyak stoknya sehingga petani harus keluar membeli dengan harga yang mahal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved