Breaking News:

Presiden UEFA Tolak Wacana FIFA Gelar Piala Dunia Tiap Dua Tahun, Ini Alasannya!

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengecam rencana FIFA mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun. 

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Liston Damanik
Catherine Ivill / KOLAM RENANG / AFP
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjelang pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengecam rencana FIFA mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun. 

Rencana ini pertama kali dilontarkan eks pelatih legendaris Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA yakni Arsene Wenger.

Wacana Piala Dunia dua tahun sekali sudah mendapat dukungan dari asosiasi sepakbola di Afrika dan sebagian di Asia. 

Tekanan datang dari Asosiasi Sepakbola Eropa UEFA dan Amerika Selatan Conmebol. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan pihaknya tidak akan berpartisipasi dalam wacana Piala Dunia dua tahunan.

“Kami dapat memutuskan untuk tidak berpartisipasi," ungkapnya dilansir dari The Times.

Penolakan tersebut didasari bahwa wacana tersebut bertentangan dengan prinsip dasar Sepakbola 

"Saya rasa ini tidak akan terjadi karena sangat berlawanan dengan prinsip dasar dari sepakbola," tutur Ceferin.

Ia memiliki prinsip yang sama seperti asosiasi sepak bola di Amerika Selatan Conmebol. 

"Berdasarkan apa yang saya ketahui, negara-negara di Amerika Selatan juga memiliki pandangan serupa," jelasnya.

Apalagi, ketika pesta sepakbola terbesar di dunia tersebut diadakan dua tahun sekali akan membebani para pemain. 

"Bagi pemain ini memberi beban yang sangat berat," tambahnya.

Kompetisi Eropa memang diketahui menjadi pemasok terbesar para pemain sepakbola yang berlaga di Piala Dunia. Sehingga bisa dibilang ketika penolakan terjadi dari UEFA maka hal tersebut akan sulit terlaksana.

Sementara bagi FIFA sendiri mendorong pelaksanaan Piala Dunia dua tahun sekali karena finansial.

Dimana ketika dilakukan peningkatan jumlah pertandingan maka akan berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima. 

Dukungan yang diberikan dari negara-negara Afrika dan Asia karena FIFA memberi bantuan finansial untuk mengembangkan sektor sepakbola mereka. (vic/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved