Breaking News:

News Video

Dengar Warga Ngeluh Tak Dapat Bantuan UMKM, Rupanya Lurah Belum Mendata, Ini Respon Bobby

Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution suruh Lurah Bantan agar segera melakukan pendataan masyarakat setempat yang pantas untuk mendapatkan bantuan UMKM

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution suruh Lurah Bantan agar segera melakukan pendataan masyarakat setempat yang pantas untuk mendapatkan bantuan UMKM.

Hal itu disampaikannya saat meninjau jalan Intisari, Kelurahan Bantan yang rusak dan rawan banjir. Rupanya, persoalan di daerah tersebut tidak hanya itu, Sabtu (11/9/2021).

Warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Eny Hernita curhat Ke Bobby sudah selama pandemi Covid-19 menanti bantuan bagi UMKM dari pemerintahan Kota Medan.

Selama ini bantuan yang diterimanya masih sembako berupa beras. Ia yang sehari - hari usaha pot bunga belum pernah mendapatkan bantuan. Padahal usahanya yang terpuruk di masa pandemi.

"Sempat memang masyarakat di sini ngurus tapi tidak pernah cair uangnya. Nah, gimana caranya sampai saat ini kami tidak mengerti. Bahkan Kepling pun tidak pernah melakukan pendataan pada para pelaku usaha di sini," ujarnya.

Ada pun Bobby sempat berkomunikasi dengan dirinya beserta para pelaku usaha lainnya. Dalam pertemuan singkat itu Bobby tampak kesal dengan lurah yang ternyata tidak bekerja maksimal bagi orang membutuhkan.

Secara terpisah, Bobby menjelaskan masalah yang ada di kelurahan Bantan sangat kompleks. Mulai dari masalah banjir, jalan rusak, aduan adanya pungli oleh Kepling saat pembuatan KTP, sampai pada pendataan UMKM yang dapat diberikan bantuan ternyata belum dilakukan.

"Ya ini permasalahannya kompleks. Hari banyak sekali bantuan yang diberikan dari pemerintah pusat, yang disalurkan juga melalui TNI - Polri, dan ada juga dari APBD kita," ujarnya.

Salah satunya yang dapat mendorong penyaluran bantuan itu berjalan maksimal ialah pendataan yang bagus dari bawah.

"Mulai dari yang jualan gorengan, bakso, mie, di daerah ini tadi mengaku belum didata. Padahal ada bantuan Rp 1,2 juta dan Rp 2,5 juta yang perlu pendataan terlebih dahulu," tegasnya.

(Cr8/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved