Breaking News:

News Video

Pasang Air Sungai Sei Agul Sangat Deras Padahal Hujan Hanya Sebentar, Warga: Pasrah Sajalah

Beberapa Warga di Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Sei Agul mengeluhkan banjir.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa Warga di Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Sei Agul mengeluhkan banjir yang dari sungai tersebut saat hujan deras.

Salah satu warga setempat, Iin Indriani Saragih mengatakan, bahkan terkadang jika tidak sedang hujan pun air sungai bisa pasang hingga ke rumah warga.

"Sebenarnya hujannya enggak deras tadi, kalau sudah hujan di atas pasti di sini banjir. Kadang pun mau juga enggak hujan di sini tapi banjir juga, pokoknya kalau sudah hujan di atas dari gunung, mungkin dari sembahe sana, itu pasti banjir di sini," ujar Iin, Sabtu (11/9/2021).

Dikatakannya, jika hujan sore hari ini lebih lama lagi, rumah warga pasti sudah kebanjiran. Untungnya, hujan hari ini hanya sebentar saja.

Ia menambahkan, kondisi seperti itu sudah berkali-kali dilaporkan kepada pemerintah setempat. Namun, belum ada tindak lanjut untuk meneruskan pembangunan tanggul yang sudah dibangun beberapa meter.

"Warga mengeluh banyak, tapi mau bagaimana lagi, terpaksa pasrah lah, enggak bisa berharap banyak juga. Untungnya juga kalau banjir kan enggak begitu lama surutnya. Ya sudahlah terpaksa kami terima kondisi yang begini," katanya.

Jika air sungai sudah membanjiri rumah warga, para warga pun biasanya terpaksa menumpang sebentar di rumah tetangganya. Selain itu, ada juga yang memilih menguras air tersebut.

"Sebenarnya pun warga kalau mau mengungsi mau mengungsi kemana, karena juga kalau banjir surutnya juga cepat. Paling kami cuma numpang sebentar di rumah tetangga, setelah itu kami kuras airnya," tambahnya.

Warga lainnya, Siti mengatakan, ketinggian banjir biasanya bisa mencapai selutut atau sepaha orang dewasa.

"Kalau sudah banjir di rumah warga itu bisa sampai selutut atau sepaha orang dewasa, bahkan pernah sepinggang. Karena juga yang di sana itu kan lebih rendah,"

"Dulu sebelum ada tanggul ini, airnya langsung ke rumah warga. Untung sekarang sudah dibuat tanggulnya, walaupun belum semua," kata Siti.

Pantauan Tribun Medan, air sungai mengalir sangat deras dan membawa beberapa sampah-sampah plastik, kayu, ranting pohon, dan lainnya.

Selain itu, aliran air sungai berasal dari drainase yang ada di Jalan Karya Rakyat. Aor tersebut mengalir langsung ke Sungai Sei Agul.

(Cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved