Breaking News:

News Video

Warga Ngadu Kepling Minta Rp 150 Ribu Saat Urus KTP, Bobby Minta Lurah Bantan Kembalikan Uang Warga

Walikota Medan, Bobby Afif Nasution menegur Lurah Bantan Muhammad Ujel, karena mendapat laporan pungutan liar yang dilakukan Kepala lingkungan

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Walikota Medan, Bobby Afif Nasution menegur Lurah Bantan Muhammad Ujel, karena mendapat laporan pungutan liar yang dilakukan Kepala lingkungan (Kepling) kepada warga, Sabtu (11/9/2021).

Bobby menyebut, penyakit pungli lebih parah dari pandemi Covid-19, dimana saat ini masyarakat sudah banyak mengeluh.

Bobby juga mendapat laporan dari masyarakat yang resah akibat kegiatan pungli yang dilakukan oleh kepling tersebut kepada warga yang akan membuat KTP dan KK dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

"40 orang sudah melapor secara resmi pakai surat, gak pernah di respon," ujarnya sambil memarahi Lurah yang berada di dekatnya.

Bobby menegaskan, uang tersebut harus dikembalikan pada hari Senin mendatang.

"Saya minta Senin dikembalikan. Masa buat KTP, buat KK uangnya 100 ribu sampai 150 ribu. Bapak bertanggung jawab ini hari senin sudah harus selesai," tegasnya.

Terkait hukuman apa yang diberikan, Bobby masih akan melayangkan teguran administrasi setelah uang tersebut sudah dikembalikan.

"Pasti akan kita hukum. Nanti teguran administratif dan teguran lainnya, akan kita berikan setelah uang tersebut dikembalikan," ungkapnya

Di samping itu, Yusna satu di antara warga yang dimintai uang oleh Kepling saat mengurus KTP mengaku memberi Rp 150 ribu.

"Sejak November 2020 ngurus KTP. Karena sebelumnya belum elektrik. Saya dimintai uang Rp 150 ribu," bebernya.

Ia pun merasa keberatan atas beban uang tersebut. Meski begitu, ia pada dasarnya tidak mengetahui bahwa mengurus KTP gratis di pemerintahan setempat.

(Cr8/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved