Breaking News:

Percepat Pemulihan Ekonomi, BI Sumut Ingatkan Pemda Segera Percepat Belanja Anggaran

berdasarkan pantauan dari BI, hampir rata-rata Pemda sudah mulai menggunakan anggaran belanjanya untuk pemulihan ekonomi.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kantor Bank Indonesia Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara mencatat bahwa belanja modal pemerintah tidak mengalami perbedaan signifikan walaupun ada refocusing untuk sektor kesehatan.

"Disaat konsumsi masyarakat masih lemah saat pandemi, kita berharap ada dukungan pemerintah, kalau secara nasional ada sekitar 9-10 persen dari pengeluaran perintah.

Nah kalau di Sumut mungkin lebih dari 10 persen kontribusinya terhadap ekonomi," ungkap Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara Soekowardojo, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Bupati Deliserdang Teken P-APBD 2021: Terimakasih Kepada Pimpinan dan Seluruh Anggota Dewan

Lanjutnya, Soeko menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan dari BI, hampir rata-rata Pemda sudah mulai menggunakan anggaran belanjanya untuk pemulihan ekonomi.

"Tidak saja ketepatan belanjanya tapi juga percepatan belanjanya juga semakin cepat, biar tidak menumpuk di tempat sehingga masyarakat itu bisa tertolong. Kita berharap Pemda bisa ikut membantu percepatan pemulihan ekonominya masing-masing dengan kebijakan viskal daerahnya," ujarnya.

"Simpanan pemerintah sudah mulai melambat. Artinya pemerintah sudah mulai menggunakan anggarannya di daerah, karena kita juga memantau simpanan pemerintah di perbankan.

Secara umum sudah ada tanda-tanda berkurangnya simpanan pemerintah di perbankan yang kami artikan berarti dibelanjakan, harapannya memang seperti itu," tambah Soeko.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Ibrahim menyebutkan bahwa hingga triwulan kedua, pagu anggaran tahun 2021 meningkat dibanding tahun 2020 lalu.

Baca juga: Dinkes Karo Catat BOR Menurun Dua Pekan Terakhir, Saat Ini Terpakai 17 Persen 

"Sampai triwulan ke-2 secara pagu anggaran ini meningkat dibanding tahun 2020. Kalau tahun 2021 ini, untuk belanja anggaran selama triwulan 1 dan 2 itu  sebesar  293,77 triliun, jumlah ini lebih tinggi dibanding 2020 sebesar Rp265,75 triliun," jelas Ibrahim.

Namun begitu, realisasi pengeluaran anggaran tahun 2021 ini lebih sedikit sebesar 30 persen dibandingkan tahun 2020 lalu yang mencapai 32,4 persen.

"Ini membuat Pemda di berbagai daerah Jadi tantangan kita ini ada keterlambatan anggaran dan realisasi. Tetapi sampai saat ini semakin membaik," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved