Breaking News:

Adi Rominto Manurung, Atlet Wushu Sanda Sumut, Curhat Tidak Bisa Training Camp di Luar Negeri

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menguji sejauh mana kemampuan dan perkembangan atlet wushu Sumut sebelum berlaga di ajang empat tahunan itu. 

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN
Adi Rominto Manurung saat berhasil menyumbang medali emas setelah menjuarai Sanda 56 kg cabang olahraga Wushu pada ASEAN University Games (AUG) 2018 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Atlet cabang olahraga (cabor) wushu sanda Sumatera Utara (Sumut), Adi Rominto Manurung mengungkap, persiapan jelang berlaga di PON ke-20 di Papua, jauh berbeda dengan PON sebelumnya.

Ia pun mengatakan, perbedaan persiapan tersebut akibat kondisi Tanah Air yang dilanda pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. 

Baca juga: Kekurangan di Lini Bawah, Mulyadi Berencana Datangkan Tiga Pemain Baru untuk PSMS Medan

"Persiapannya sudah lumayan ok, tapi ada yang tidak maksimal karena keadaan. Sehingga kita tidak bisa training camp (tc) ke Cina. Partner juga berkurang," katanya kepada Tribun Medan, Senin (13/9/2021) . 

Dikatakannya, pada persiapan PON sebelumnya di Bandung, ia bersama tim wushu Sumut sempat mengikuti program latihan di Cina selama dua bulan. 

Menurutnya, hal itu bertujuan untuk menguji sejauh mana kemampuan dan perkembangan atlet wushu Sumut sebelum berlaga di ajang empat tahunan itu. 

"Banyak atlet-atlet bagus di sana untuk jadi partner latihan kita. Contohnya di Indonesia kita lumayan bagus, tapi di sana (Cina) kita bagaikan ayam sayur, Hehe," ucapnya. 

Disinggung mengenai sejauh mana keoptimisannya berlaga di PON Papua pada Oktober nanti, atlet yang juga aktif di Mixed Martial Arts (MMA) ini mengatakan, ia cukup yakin memberikan hasil terbaik untuk Sumut. 

"Kita sudah berusaha dan dilatih, termasuk mental kita. Meskipun ada kendala tidak bisa tc di luar negeri, itu tidak menjadi alasan," ujarnya. 

Baca juga: Sukses Membawa PDAM Tirtanadi Raih Penghargaan, Gubsu & Dirut PDAM Tirtanadi Sabet Penghargaan Lagi

Sambungnya, dalam persiapan menuju PON Papua, ia lakoni tc di Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) Medan, setiap hari kecuali Kamis pagi dan Minggu. 

Beberapa materi latihan menjadi fokus utama atlet yang bermain di cabor wushu sanda kelas 56 kg ini. Di antaranya, latihan fisik di stadion Unimed dan strength conditioning di gym. 

"Sparing juga kita lakukan. Kita buat sesuai atmosfer pertandingan di YKWI," katanya. 

(cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved