Breaking News:

Dampak Penyekatan PPKM Level 4 di Siantar, Industri Pariwisata di Parapat Makin Terpuruk

Pemberlakuan PPLM Level IV di Siantar membuat industri pariwisata di Parapat menjadi lesu.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Penjual cenderamata di Parapat, Simalungun, merasakan dampak penerapan PPKM Level 4 di Kota Siantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pemberlakuan PPLM Level IV di Siantar membuat perhotelan dan perdagangan suvenir di Kota Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun kian melesu. 

PPKM Level IV di Siantar dimulai 10 Agustus 2021 dan berakhir 6 September 2021. Pendirian titik penyekatan oleh Satgas Covid-19 untuk mengurai kendaraan yang melintasi Pematangsiantar tentunya berdampak pada kepentingan wisata.

Penurunan okupansi hotel di Simalungun, jelas Kepala Dinas Pariwisata Resman Saragih sangat memprihatinkan, di mana catatan Dinas Pariwisata okupansi hotel diperkirakan rata-rata hanya 10 persen.

"Sepi, nyaris kosong. Hanya di akhir pekan sedikit menggeliat. (Okupansi) di bawah 10 persen," kata Resman, Senin (13/9/2021) siang.

Resman mengatakan, penurunan okupansi hotel tak hanya karena penerapan PPKM Level IV. Kondisi perekonomian masyarakat diduga menjadi penyebab utamanya.

"Ya, tapi menurutku bukan semata-mata karena Siantar Level 4 yang sekarang sudah jadi level 3, kemungkinan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk kondisi perekonomian masyarakat," kata Resman. 

Resman menyebutkan saat ini belum ada keluhan dari para manajemen perhotelan di Parapat, termasuk meminta keringanan pajak. Namun ada kemungkinan mengeluhnya ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. 

"Sampai saat ini belum ada (keluhan) bang. Kebetulan yang ngurusi pajak mereka bukan OPD kita, tapi Dispenda. Kita tidak bisa prediksi sampai kapan pandemi ini, yang pasti kita tetap ikuti arahan pemerintah," ujar Resman.

Lebih lanjut, sepinya kunjungan tamu dirasakan manajemen Hotel Tamaro. Apalagi hotel tersebut tergolong masih berusia cukup muda untuk bersaing dengan hotel yang telah memiliki nama  di Parapat. 

"Luar biasa pengaruhnya. Sangat sepi sekali. Tamaro itu kan hotel masih baru buka dan belum dikenal orang. Beda dengan hotel lain yang sudah lama dikenal orang," kata Doli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved