Breaking News:

Jembatan Rusak di Pancurbatu Jadi Tempat Pungli, Warga Mengaku Dilarang Lewat Jika Tak Beri Uang

Warga mau tak mau harus memberikan uang karena apabila harus memutar memakan banyak waktu.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Seorang pria berkaos hijau membawa keranjang yang hijau yang digunakan untuk mengutip uang kepada pengendara yang mau melintasi jembatan merah Tuntungan atau Pulu Sari, yang berada di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jembatan penghubung antara Kecamatan Medan Tuntungan dan Kutalimbaru yang berada di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancurbatu, yang rusak ternyata dijadikan tempat pungli.

Seorang mahasiswa UINSU menyebutkan ketika ia mau melintas dari arah Medan Tuntungan menuju kampusnya dihadang pria. Disitu ia mengaku diminta uang kutipan. 

Ia menyebutkan apabila pengendara tak memberikan uang maka dilarang melintas. Bahkan yang tak memberi uang disuruh mencari jalan lain yang lebih jauh.

"Ya benar (dimintai duit). Karna tadi mau ke kampus kaget kok ditutup tutup," ucapnya.

Ia mengatakan, mau tak mau harus memberikan uang. Menurutnya apabila harus memutar memakan banyak waktu.

"Kalau enggak bayar disuruh berputar jauh dari Pajak Melati sana," tuturnya.

Jembatan merah Tuntungan atau Pulu Sari terlihat rusak. Hampir semua beton yang menyangga jembatan tersebut hanyut terbawa arus sungai sejak akhir tahun 2020 lalu.

Bahkan, dari arah Kutalimbaru menuju Medan Tuntungan, terdapat lubang besar yang diperkirakan sedalam 15 meter.

Lubang tersebut juga nyaris memakan korban jiwa. Seorang pengendara mobil Toyota Rush bersama tiga anak kecil terbaik di lubang tersebut. (cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved