Breaking News:

KADIS Kesehatan Padangsidempuan Jadi Saksi Perkara Dugaan Korupsi Dana Covid 19

Menjawab pertanyaan Penasehat Hukum Terdakwa, Sofyan mengaku mengetahui bahwa terdakwa Filda ada menitipkan uang pengganti ke kejaksaan.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/GITA
Kadis Kesehatan Padang Sidempuan Sofyan Subri Lubis, menjadi saksi dalam perkara dugaan korupsi dana Covid-19 di Puskesmas Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (13/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kadis Kesehatan Padang Sidempuan Sofyan Subri Lubis, menjadi saksi dalam perkara dugaan korupsi dana Covid-19 di Puskesmas Sadabuan, Kecamatan Padangsidimpuan di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (13/9/2021).

Dalam kesaksiannya, Sofyan membenarkan adanya pencairan dana Bantuan Oprasinal Kesehatan (BOK) sebesar Rp 690.400.000 bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2020 ke Puskesmas Sadabuan.

"Sudah cair semua (puskesmas), ada empat kali," katanya menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ia mengaku tidak tau permasalahan apa yang tengah menjerat kedua pejabat puskesmas Sadabuan yakni terdakwa Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapuskesmas) Sadabuan, Padangsidimpuan, Filda Susanti Holilah dan Pengelola Keuangan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Sofiah Mahdalena Lubis sebelum dimintai keterangannya di Kejaksaan.

"Tau setelah dipanggil pak, kerugian keuangan negara kalau tidak salah Rp 64 juta," ujarnya.

Terkait perkara ini, Ia pribadi mengaku tidak ada menerima uang potongan dari para Terdakwa, maupun dari puskesmas lainnya terkait cairnya uang penanganan Covid-19.

"Tidak ada (menerima). Saya tidak ada menyimpan uang setelah cair dan tidak ada melihat penyerahan uang ke masing-masing kepala puskesmas," ucapnya menjawab pertanyaan Jaksa.

Menjawab pertanyaan Penasehat Hukum Terdakwa, Sofyan mengaku mengetahui bahwa terdakwa Filda ada menitipkan uang pengganti ke kejaksaan terkait perkara ini.

"Taunya dari inspektorat secara lisan belum ada surat resmi. Lebih kurang Rp 64 juta" ucapnya.

Selain Kadis Kesehatan, JPU turut menghadirkan saksi lainnya yakni Purnama Sari hasibuan selaku bendahara pengeluaran Dinas kesehatan, dan Nirwana Sari yang merupaka PNS puskesmas Sadabuan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved