Breaking News:

Kirim 2 Atlet ke PON, Ketua KONI Simalungun Mengeluh tak Punya Anggaran Selama 2021

Pada tahun 2020 ada beberapa anggota DPRD merupakan ketua cabor. Namun heran saja, rumusan anggaran untuk memajukan olahraga di Simalungun terlewatkan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Alija Magribi
KONI Simalungun dan Dispora Simalungun melepas dua atlet Wushu Jeka Asparido Saragih di kelas 75 Kg dan Rosalina Simanjuntak dikelas tarung bebas 53 Kg, Sabtu (11/9/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN- Ketua KONI Simalungun, Saehorasman Saragih mengatakan saat ini mereka terpaksa membiayai segala kebutuhan operasional dengan kantong sendiri.

Sebab anggaran KONI tidak ditampung dalam APBD Kabupaten Simalungun Tahun 2021.

Horas, sapaan akrabnya mengatakan pengalaman tak punya anggaran juga dirasakan mereka pada tahun 2020, yang mana anggaran KONI dipotong untuk penanganan Covid-19.

Baca juga: Dapat Uang Rp 500 Juta dari Deddy Corbuzier setelah Sukses Diet, Ivan Gunawan Akan Bangun Masjid

"Tahun 2020 kita di-refocussing sebesar Rp 500 juta tanpa menyisakan sedikitpun. Kemudian pada tahun 2021 ini tidak ditampung di APBD," ujar Horas saat ditemui Senin (13/9/2021) siang.

Horas sendiri merasa heran.

Pada tahun 2020 ada beberapa anggota DPRD merupakan ketua cabor. Namun heran saja, rumusan anggaran untuk memajukan olahraga di Simalungun terlewatkan.

Adapun nama anggota dewan yang juga pengurus cabor pada tahun 2020 sebut saja Samrin Girsang (Ketua Kick Boxing Simalungun) Hendra Sinaga (Ketua PSTI Simalungun), Elias Barus (Askab PSSI Simalungun), Sastra Sirait (PBVSI Simalungun), Walpiden Tampubolon (PBSI Simalungun), dan Tumpak Silitonga (Ketua Forki).

Horas menyebut ketidaktersediaan dana membuatnya merogoh kocek pribadi untuk membantu atlet berangkat ke berbagai event.

"2021 kegiatan yang dilakukan KONI Sumut untuk Selekda Provinsi biaya sendiri. Gaji staf belum terbayar, operasional juga belum. Kita minta kebijaksanaan Pak Bupati Radiapoh bagaimana ditampung di P-APBD 2021," kata Horas.

Selain itu kata horas, di bidang sarana prasarana olahraga. Simalungun termasuk yang minim untuk menunjang potensi atlet putra daerah.

Baca juga: Potret Putri Presiden Jokowi Kahiyang Ayu Setia Temani Bobby Nasution Berburu Pakaian Adat, Ada Apa?

"Gedung olahraga kita babak belur. Pusat kebugaran kita nggak ada. Matras nggak ada, ring tinju nggak ada. Padahal atlet kita di tinju dan kick boxing berprestasi dan diproyeksikan ke PON Sumut - Aceh Tahun 2024," kata Horas.

Horas mengatakan saat ini ada dua atlet yang akan mengikuti PON XX Papua pada Oktober 2021. Keduanya berasal dari cabang olahraga Wushu dan untungnya dibiayai oleh KONI Sumut.

Kedua atlet yang diberangkat tersebut adalah Jeka Asparido Saragih di kelas 75 Kg dan Rosalina Simanjuntak dikelas tarung bebas 53 Kg bersama pelatih dan official. Mereka akan bertanding pada kategori tarung bebas.

(Alj/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved