Breaking News:

Eksekutor Wartawan Meninggal Dunia

Kodam I/BB Investigasi Kematian Eksekutor Wartawan yang Ditahan Polisi Militer

Kodam I/Bukit Barisan mengaku tengah membentuk tim investigasi untuk mencari tahu penyebab kematian Praka Awaluddin Siagian

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin (tengah) menginterogasi oknum TNI yang menjadi tersangka saat gelar kasus pembunuhan, di Pomdam I Bukit Barisan, Medan, Selasa (27/7/2021). Sebanyak empat oknum anggota TNI-AD yang ditahan diduga terlibat kasus pembunuhan warga di Pematangsiantar. 

Dalam paparannya, Mayjen TNI Hasanuddin mengatakan, tersangka utama yakni AS yang berperan sebagai eksekutor korban, sedangkan tersangka DE, PMP, dan LS berperan sebagai pembantu.

Baca juga: Nama Perwira Kodam I/BB Muncul Dalam Laporan Dugaan Penyimpangan Anggaran yang Dipimpin KSAD TNI

Pengungkapan pertama dilakukan setelah tim penyidik dari Danpomdam I Bukit Barisan yang melakukan penangkapan terhadap tersangka utama yakni Praka AS di daerah Tebing Tinggi pada Jumat (25/6/2021) lalu.

Dari keterangan Praka As lalu dikembangkan bahwa ada tiga anggota TNI lain yang terlibat.

Dalam hal ini ia menjelaskan AS mendapatkan sepucuk senjata api dari dari anggota berinisial DE untuk membeli senjata yang digunakan.

Sementara itu DE juga mendapatkan senjata api dari PMP yang dibeli seharga Rp 10 juta.

Baca juga: Ko Ahwat Tango, Bos Judi Online yang Bayar Anggota Kodam I/BB Bunuh Asiong Akhirnya Diadili Lagi

"Dalam hal ini telah terungkap sejumlah 3 orang dimana AS mendapat senjata api jenis pabrikan ini melalui oknum DE dengan transaksi uang Rp 15 juta,kata Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin di Pomdam I Bukit Barisan, Jalan Sena, Selasa (27/7/2021).

"DE ini sendiri mendapat senjata api dari PMP hal ini juga dengan transaksi Rp 10 juta melalui perantara LS, jadi berkaitan mereka."

Adapun barang bukti lainnya yang berhasil diamankan yakni tiga pucuk senjata api beserta amunisi.

Selain itu, ada juga mobil Toyota Fortuner dan satu kendaraan Toyota Kijang Innova dan satu sepeda motor Honda beat.

"Barang bukti dari hasil pengembangan penyelidikan terhadap PMP satu pucuk senjata api rakitan berikut 1 buah magazine satu pucuk senjata api FN 06 45 rakitan juga berikut 1 magazine dan serta satu pucuk senjata api J Kombat pabrikan Pindad tanpa nomor berikut 2 magazine dan 27 butir amunisi kaliber 9mm," ucapnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved