Breaking News:

News Video

Pungli di Jembatan Rusak di Tuntungan, Mahasiswa UINSU Dilarang Lewat Kalau Tak Beri Uang

Seorang mahasiswa kampus UINSU menyebutkan ketika ia mau melintas dari arah Medan Tuntungan menuju kampusnya dihadang pria. Iia mengaku diminta uang.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jembatan penghubung antara Kecamatan Medan Tuntungan dan Kutalimbaru dikeluhkan warga.

Selain jembatannya rusak parah, disitu juga disebut rawan Pungutan Liar (Pungli).

Seorang mahasiswa kampus UINSU menyebutkan ketika ia mau melintas dari arah Medan Tuntungan menuju kampusnya dihadang pria. Disitu ia mengaku diminta uang kutipan.

Ia menyebutkan apabila pengendara tak memberikan uang maka dilarang melintas. Bahkan yang tak memberi uang disuruh mencari jalan lain yang lebih jauh.

"Iya benar bang (Dimintai duit). Karna tadi mau ke kampus kaget kok di tutup tutup," ucapnya.

Ia mengatakan mau tak mau harus memberikan uang. Menurutnya apabila harus memutar memakan banyak waktu.

"Kalau gak bayar di suruh mutar jauh dari pajak melati sana," ucap Mahasiswa Ilmu Komputer UINSU, melalui akun instagramnya.

Jembatan merah Tuntungan atau Pulu Sari terlihat rusak. Hampir semua beton yang menyangga jembatan tersebut hanyut terbawa arus sungai sejak akhir tahun 2020 lalu.

Bahkan, dari arah Kutalimbaru menuju Medan Tuntungan, terdapat lubang besar yang diperkirakan sedalam 15 meter.

Lubang tersebut juga nyaris memakan korban jiwa. Seorang pengendara mobil Toyota Rush  bersama tiga anak kecil terbaik di lubang tersebut.

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved