Breaking News:

Update Data Covid-19 di Samosir, Jumlah Terkonfirmasi Positif Covid-19 Bertambah 2 Kasus

Ia juga mengatakan bahwa pengendalian ini merupakan akumulasi dari apa yang kita lakukan pada PPKM Level 3 yang masi dijalani hingga 20 September

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Satgas Covid-19 Kabupaten Toba saat melaksanakan prosesi pemakaman pasien positif Covid-19 di pemakaman umum yang ada di Kabupaten Toba beberapa waktu lalu.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Dalam data paparan Covid-19 di Kabupaten Samosir pada Minggu (12/9/2021), jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami pertambahan sebanyak 2 kasus.

Kadis Kominfo Kabupaten Samosir Rohani Bakkara berharap penurunan jumlah terkonfirmasi
positif Covid-19 terus terjadi.

Baca juga: Persiapan Hampir Matang, Kontingen PON Sumut Dapat Wejangan Ini Selama di Papua

"Kasus paparan Covid-19 pada Minggu (12/9/2021), kasus positif Covid-19 bertambah 2 orang, sembuh sebanyak 5 orang, meninggal ada 1 orang, suspek nihil, proable ada 1 orang, kasus aktif sebanyak 45 orang, isolasi mandiri ada sebanyak 40 orang, dan menjalani Perawatan di RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan sebanyak 5 orang," ujar Kadis Kominfo Kabupaten
Samosir, Rohani Bakkara saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Senin (13/9/2021).

"Satgas bersyukur atas fluktuasi kasus harian yang masih tetap di bawah 5 per harinya dan berharap fluktuasi tertinggi tetap di bawah 5 atau mungkin zero kasus," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia juga mengutarakan kumulatif jumlah paparan Covid-19 sejak tahun lalu.

"Konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1623 orang, yang sembuh sebanyak 1527 orang, dan yang meninggal sebanyak 51 orang," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa pengendalian ini merupakan akumulasi dari apa yang kita lakukan pada PPKM Level 3 yang masi dijalani hingga 20 September mendang.

Ia juga menyinggung soal acara adat kematian di Samosir yang relatif tinggi.

"Frekuensi acara adat kematian beberapa hari ini terakhir cukup tinggi karenanya Satgas Kecamatan dan Desa tetap memainkan perannya untuk melakukan pendampingan terkait pelaksanaan protokol kesehatan dan konsistensi  kepatuhan terhadap pembatasan waktu pelaksanaan acara adat kematian," tuturnya.

Baca juga: Kekurangan di Lini Bawah, Mulyadi Berencana Datangkan Tiga Pemain Baru untuk PSMS Medan

"Dalam beberapa kasus, masih ada masyarakat yang melakukan acara adat pernikahan meski Instruksi Bupati (Inbup) Nomor 7 Tahun 2021 telah disosialisasikan para kepala desa dan atau lurah," sambungnya.

Saat pembubaran pesta, ia sebutkan masyarakat sadar dan sepakat dengan keputusan Satgas Covid-19 Kabupaten
Samosir.

"Syukurlah, pada saat acara pembubaran kegiatan, pelaku acara pesta pernikahan memiliki kesadaran untuk menghentikan acara," ungkapnya.

"Kiranya Satgas Kecamatan dan Desa secara berulang mengingatkan masyarakat untuk menjadwal ulang acara pesta pernikahan mengingat Satgas tengah berupaya untuk mengendalikan kasus konfirmasi positif setiap harinya," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved