Breaking News:

Dosen Teknik Mesin STTSH Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Biru Biru Deli Serdang

Sekolah Tinggi Teknologi Sinar Husni (STTSH) melalui program studi teknik mesin telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat

Editor: Ismail
Dosen Teknik Mesin STTSH Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Biru Biru Deli Serdang
Dok. STTSH
Sejumlah Dosen dari Sekolah Tinggi Teknologi Sinar Husni (STTSH) memberikan sebuah alat parut bagi mitranya yang berada di Dusun IV Rahayu Desa Sidodadi Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (27/8/21)

TRIBUN-MEDAN.COM, Deli SERDANG- Sekolah Tinggi Teknologi Sinar Husni (STTSH) melalui program studi teknik mesin telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan mesin pemarut rempah-rempah jamu serta memberikan pelatihan bagaimana melakukan pengemasan jamu dalam botol kepada masyarakat Dusun IV Rahayu Desa Sidodadi, Kecamatan biru biru, Kabupaten Deli Serdang Jumat (27/8/21).

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu pengejawantahan tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh dosen-dosen teknik mesin yang diketuai oleh Mulia S.T., M.T bersama dengan 4 dosen Teknik Mesin lainnya yaitu Suardi, S.T., M.M., M.T., Supriadi, S.T., M.T., Fadlah K. Sinurat, S.T., M.T., dan Hendra Susilo, S.T., M.T., beserta 2 mahasiswa teknik mesin turut serta dalam kegiatan tersebut diantaranya Bagus Aqil dan Iga Handaya.

Pelaksanaan PKM ini selain dilakukan dengan prokes yang sangat ketat juga melibatkan hanya sejumlah mitra berhubung situasi dan kondisi pandemik membuat tim harus memaksimalkan waktu kegiatan agar tidak terlalu lama dan juga tidak berkerumun. Dan ini merupakan komitmen STTSH dalam rangka melaksanakan tridharma ini dapat berjalan dengan baik meskipun dalam situasi pandemi.

Latar belakang pelaksanaan pengabdian ini bermula tim melihat keadaan mitra yang mengeluhkan proses produksi jamu yang tidak dapat menghasilkan produksi dalam skala besar. Dalam hal ini perlu diupayakan bagaimana menciptakan proses pemarutan jamu tidak lagi dilakukan dengan cara menggunakan tangan dan alat pemarut yangkonvensional namun bagaimana tim bisa memberikan kontribusi dan cara menciptakan sebuah alat yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien dan dapat menghasilkan jumlah produksi yang lebih maksimal.

Dan untuk mengatasi masalah tersebut melalui tim pelaksana PKM dari STTSH, dibuatlah sebuah alat atau mesin pemarut yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan hasil lebih higienis dan kualitas produksi yang lebih baik serta dapat mengurangi resiko kecelakaan tangan ketika sedang melakukan pemarutan terhadap bahan jamu tersebut.

Di kesempatan yang sama tim PKM dari STTSH juga memberikan pelatihan kepada Mitra dan masyarakat bagaimana melakukan pengemasan air jamu kedalam botol biar lebih higienis dan dapat terhindar dari resiko masuknya benda asing atau bahan yang dapat mengurangi kualitas dari isi kemasan tersebut. Sehingga kondisi jamu didalam botol bisa bertahan lebih lama dan dapat disimpan dilemari pendingin.
Dari kegiatan ini Mulia sebagai ketua tim pelaksanaan PKM dari STTTSH berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap mitra khususnya yang berhubungan dengan alat produksi parutan ini sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas yang baik.

“Mutu dan penjualan jamu yang dihasilkan mitra nantinya dapat lebih maksimal sehingga dapat memperluas lapangan kerja bagi ibu ibu yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal mitra berada,” tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved