Breaking News:

Janjikan Masuk Lewat Jalur Khusus, Oknum PNS Binjai Jadi Calo Dipenjara Dua Tahun

Sebelumnya, JPU Benny Surbakti menuntut tiga tahun kurungan penjara. Terdakwa didakwa JPU dengan Pasal 378 Subsider 372.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
freepik
ILUSTRASI penipuan yang dilakukan oknum PNS di Kota Binjai terhadap calon PNS. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI  - Pengadilan Negeri Kota Binjai menjatuhkan hukuman dua tahun kurungan penjara terhadap Pegawai Negeri Sipil bernama Ratna Milda Nasution. Pada perkara tersebut, Ratna tersandung kasus penggelapan uang dengan dalih bisa memasukkan orang menjadi PNS.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana didakwa oleh penuntut Umum.

"Ya, sudah diputus dan terdakwa divonis dua tahun penjara," kata Humas Pengadilan Negeri Binjai David Simaremare, Selasa (14/9/2021).

Sebelumnya, JPU Benny Surbakti menuntut tiga tahun kurungan penjara. Terdakwa didakwa JPU dengan Pasal 378 Subsider 372.

Dalam persidangan, Ratna mengatakan, bahwa ia dijanjikan mantan Wali Kota Binjai Idaham untuk menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit, apabila bisa menarik uang kepada orang yang mau menjadi PNS.

"Saya dijanjikan menjadi Direktur Rumah Sakit setelah memasukkan orang menjadi PNS," kata dia, dihadapan Majelis Hakin, di ruang sidang, PN Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kamis (8/7/2021).

Kemudian, kata dia, Idaham terus menanyakan kepadanya mana orang-orang yang masuk menjadi PNS dengan jalur khusus, lantaran dirinya sedang ada di Jakarta. Sebab, menurutnya Idaham telah mencantumkan pemberitahuan melalui media sosialnya ada penerimaan CPNS melalui jalur khusus.

"Mantan Wali Kota Idaham bilang mana teman kamu yang mau masuk PNS, saya lagi di Jakarta," ungkapnya.

Kemudian, dirinya juga mengaku menjadi PNS lewat jalur khusus, pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wali Kota Binjai Umri. Karena dasar itu, ia percaya dan mengajak tiga orang untuk masuk menjadi PNS, melalui jalur khusus.

"Kami ujian juga, yang mengeluarkan SK kami dulu Pak Umri. Mereka bertiga juga akan di masukan jalur khusus pada bidang kesehatan dan guru tahun 2020, zaman Wali Kota Idaham," ungkapnya.

Baca juga: Janjikan Jadi Pegawai Rumah Sakit, Tiga Oknum PNS Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan

Tiga korban yang tertipu oleh Ratna Milda Nasution, yakni Siska Ginting, Sindi Amalia dan Ikhsan. Ketiga korban ini juga sudah memberikan uang ratusan juta secara langsung dan transfer kepada Ratna.

Ketiga orang ini mentransfer uang kepada Ratna secara bertahap, yang kemudian diteruskannya ke Idaham.

Lalu, Ratna juga ditipu, setelah mentransferkan uang kepada Idaham. Ketiga korban itu tidak juga mendapat surat keputusan menjadi pegawai negeri sipil. "Idaham terus mengejar saya, untuk bicara kepada tiga korban agar dapat segera mengirimkan uang," jelasnya.

Sementara itu, Saksi lain, yakni Bambang Santoso yang merupakan pegawai Bank BRI, dibacakan oleh JPU Benny, membenarkan bahwa ketiga korban ada mentransfer uang kepada Ratna. "Memang benar ada mengirimkan uang," kata Benny.(wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved