Breaking News:

News Video

Jembatan di Tuntungan Rusak, Kaum Ibu Bantah Pemuda Mereka Lakukan Pungli

Dan ia memastikan bahwa para pemuda tersebut tidak pernah memaksa sama sekali, meminta uang kepada para pengendara yang kebetulan melintas.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga sekitar jembatan rusak di Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang merasa keberatan bila sebagian kerabat dan anak mereka ditangkap oleh aparat kepolisian.

Menurut br Sinulingga, sejumlah pemuda yang diamankan itu, tidak pernah melakukan pungutan liar (Pungli), namun hanya berupaya mengatur kendaraan yang melintas agar tidak terperosok ke dalam lubang.

"Kami keberatan. Kami sudah resah dengan kondisi jembatan di sini, sudah hampir setahun. Jadi ada anak-anak lajang di sini, pemuda setempat menertibkan (mengatur) jalan, kendaraan, malah ditangkap. Dibilang pungli. Sini nggak pungli, nggak ada. Ini longsor, uangnya untuk beli pasir. Kalau tak dibetuli jatuh motor, jatuh kereta," ungkap br Sinulingga yang turut ditimpali br Sinuraya, Selasa (14/9/2021).

"Tapi kalau dibetulin, ditangkap. Macam mana gitu pak. Anak ku dalam ini, aku nggak setuju," tambahnya.

Ia menyebutkan ada enam pemuda setempat yang diamankan karena tuduhan melakukan pungli.

Dan ia memastikan bahwa para pemuda tersebut tidak pernah memaksa sama sekali, meminta uang kepada para pengendara yang kebetulan melintas.

"Ini tidak ada pungli. Nggak ada paksaan. Kalau dikasih, kasih. kalau nggak, nggak. Tidak dipaksakan," ucap br Sinulingga.

Kata br Sinuraya, uang sumbangan yang diberikan pengendara, dipergunakan para pemuda untuk membeli pasir. Gunanya untuk menutup lubang yang ada di jembatan rusak tersebut.

"Tadinya untuk beli pasir, satu mobil. Untuk menutup lubang. Karena asal hujan, abes ini (timbunan). Ini pakai uang sumbangan tadi," sebutnya.

Diketahui, jembatan yang menghubungkan Tuntungan dengan Kutalimbaru itu mengalami rusak sejak terjadinya banjir besar pada Desember 2020 lalu.

Namun, jembatan tersebut tak kunjung mendapat perhatian pemerintah untuk diperbaiki.

Sejumlah pengendara yang melintas mengaku dimintai kutipan uang. Salah satunya mahasiswa UINSU yang mengaku bila tak memberikan uang, maka pengendara dilarang melintas. Bahkan disuruh mencari jalan alternatif lainnya.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti petugas dengan mengamankan sejumlah pemuda yang diduga melakukan pungli.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved