Breaking News:

KAI Optimalkan Bisnis Penyewaan Aset

PT KAI memiliki aset-aset KNA seperti tanah dan bangunan yang memiliki lahan 5 juta meter persegi yang sudah bersertifikat.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Penumpang kereta api menanti keberangkatan di Stasiun Besar Kereta Api Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2020). Manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut Divre 1 mengoperasikan kembali empat perjalanan kereta api (KA) reguler jarak menengah Sri Bilah premium relasi Medan-Rantauprapat dan Putri Deli (Medan-Tanjung Balai) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020 lalu membuat seluruh bisnis transportasi angkutan umum darat, laut, dan udara ikut terpuruk.

Bergerak dari sektor transportasi darat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut bahkan harus kehilangan omzet hingga 70 persen lantaran pemerintah memerintahkan pekerja untuk melakukan work from home (WFH).
Berdasarkan catatan, pada tahun 2020, realisasi pendapatan untuk sektor penumpang sebesar Rp 37.310.294.000, padahal tahun 2019, PT KAI mampu meraup Rp 152.969.425.000.

Sementara itu, per Juli 2021, PT KAI Divre I Sumut masih meraup Rp 35.042.057.000 untuk sektor penumpang.
Belum menunjukkan peningkatan signifikan, PT KAI Divre I Sumut akhirnya memutar akal dengan mengoptimalkan sektor Komersial Non Angkutan (KNA) yang ternyata memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan di tengah pandemi.

Baca juga: PT KAI Minta Rp 2 M untuk Sewa Lahan Eks Stasiun KA Delitua, Pemkab Deliserdang Mengaku Tak Bisa

Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat mengungkapkan, selain sektor angkutan yang menjadi pendapatan utama, PT KAI memiliki aset-aset KNA seperti tanah dan bangunan yang memiliki lahan 5 juta meter persegi yang sudah bersertifikat.

"Jadi kita itu punya unit KNA yang khusus mengurus komersialisasi lahan kita yang bisa dikomersilkan. Hingga saat ini kita berjalan dengan baik. Artinya, melaksanakan tugasnya sehingga menjadi bagian pendapatan di PT KAI dengan aturan yang berlaku. Dengan 5 juta meter persegi yang bersertifikat, kita mau optimalkan ini menjadi pendapatan," ungkap Daniel, Selasa (14/9/2021).

Dikatakan Daniel, dari lahan 5 juta meter per segi ini, 10 persen sudah berkontrak secara legal ke PT KAI Divre I Sumut, seperti pabrik, perkantoran, usaha bisnis, dan hunian pribadi.

Hingga pertengahan 2021, sudah ada 1.081 penyewa ke PT KAI Divre I Sumut, dengan rincian 402 penyewa tahun 2019, 842 penyewa tahun 2020, dan 557 penyewa hingga pertengahan tahun 2021 yang kemungkinan akan terus meningkat.

"Semua yang kami komersialisasikan itu yang memenuhi aturan. Jadi tidak boleh sepanjang jalur safety itu disewakan. Untuk komersialisasi, kita boleh sama perusahaan dan untuk pribadi, yang penting aspek legalnya memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan," ujar Daniel.

Disebutkan Daniel, pengoptimalisasian KNA untuk mendongkrak pendapatan sejauh ini tumbuh positif. Tercatat, hingga Juli 2021, PT KAI berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 9.142.700.356.

Namun begitu, Daniel juga memerlukan usaha ekstra untuk mencapai target rencana kerja dan anggaran (RKA) sebesar Rp 16.988.059.681 hingga akhir tahun mendatang.

"Kita saat ini berusaha untuk mengisi kekosongan penumpang dengan angkutan barang dan aset," jelasnya.

Target tanggung jawab yang cukup besar membuat PT KAI Divre I Sumut juga gencar untuk sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung mau pun melalui pemerintah daerah untuk mau berkontrak di lahan PT KAI.

"Sekarang kita ajak semua untuk memikirkan aset dan kita sedang memikirkan cara agar masyarakat mau berkontrak ke PT KAI. Sekarang kita juga lakukan sosialisasi tapi kita tahu ini tidak mudah ya dan resistannya besar. Ada yang menghuni tapi tidak mau berkontrak. Ada yang berkontrak tapi tidak mau membayar. Kami juga butuh support dari kewilayahan. Itulah yang sekarang kami optimalkan dari Aceh, Binjai, hingga Rantau Prapat kita optimalkan untuk mau berkontrak semua," ujarnya.

Dalam melakukan sosialisasi ini, Daniel mengingatkan agar PT KAI tidak tergesa-gesa untuk mengajak masyarakat untuk berkontrak secara resmi di PT KAI Divre I Sumut.

"Kita harus humanis dan pelan-pelan, tak bisa kita terlalu terburu-buru yang pada akhirnya terjadi banyak bentrokan, itukan tidak bagus. Kita ada unit penjagaan aset yang nanti keliling memberitahukan untuk berkontrak. Apabila ada yang ingin bangun, kita ingatkan untuk berkontrak dulu. Ada yang mau dan enggak, makanya kita harus humanis," kata Daniel.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved