Breaking News:

KATA Pengamat Bobby Nasution Jangan Berpuas Diri Dulu, Pandemi Covid-19 Belum Usai

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga MD KAHMI Kota Medan, dr Muhammad Fauzi Siregar

Editor: jefrisusetio
HO
Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengukuhkan 42 anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Medan tahun 2021 di halaman tengah kantor Wali Kota Medan, Jumat (13/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga MD KAHMI Kota Medan, dr Muhammad Fauzi Siregar memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Sehingga, penyebaran Covid-19 di Kota Medan bisa dikendalikan. 

“Terus tingkatkan lagi, jangan sampai muncul varian baru. Saya kira langkah-langkah yang perlu diintensifkan lagi kedepannya, termasuk terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan (prokes). Dengan demikian, masyarakat mngtahui  bagaimana supaya menghindari terinfeksi virus. Selain itu, cakupan dan laju vaksinasi harus dipercepat supaya terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dengan harapan dapat cepat berakhirnya pandemi ini,” katanya beberapa waktu lalu. 

Meski begitu, ia mengingatkan kepada Bobby Nasution tidak berpuas diri tapi harus meningkatkan kewaspadaan karena pandemi Covid-19 belum selesai. Dan harus melibatkan banyak elemen masyarakat untuk memberikan imbauan patuh protokol kesehatan. 

“Kita apresiasi langkah Pak Bobby dalam menekan angka laju Covid-19, tetapi kedepannya dapat lebih ditingkatkan prokes jangan sampai muncul lagi varian baru. Jadi, jangan sampai kita lengah. Saya berharap bahwa apa yang dicapai selama ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan lagi," ujarnya. 

Kasus Covid-19 Turun Dratis

Angka kasus penyebaran Covid-19  yang sempat berada di angka 500-an perhari, kini  turun  drastis hingga di bawah angka 100 perhari. Bed Occupancy Rate (BOR) Kota Medan yang selama ini berada di angka 60%, kini juga telah menurun menjadi 56 %.

Begitu juga dengan jumlah warga yang terpapar Covid-19 di lima kecamatan zona merah yaitu Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Selayang dan Medan Helvetia juga telah drastis menurun.  Hingga kini tidak pertambahan kecamatan baru yang masuk zona merah lagi.

Adapun strategi yang dilakukan Bobby Nasution dalam menangani Covid-19, di antaranya dengan cepat melakukan isolasi lingkungan.  Jika ada empat rumah yang warganya terpapar Covid-19, selama menjalani isolasi mandiri di rumah akan mendapat makanan beserta vitamin kepada warga yang bersangkutan.  

Yang teranyar, Bobby Nasution juga telah meminta aparat kelurahan dan kecamatan dibantu petugas Babinsa dan Babinkantibmas untuk segera membawa warga yang positif Covid-19 menjalani  isolasi di tiga tempat isolasi terpusat (isoter). 

Tiga tempat isolasi mandiri tersebut eks Hotel Soechi Internasional Jalan Cirebon, Gedung P4TK, Jalan Setia Budi Medan Helvetia dan KM Bukit Raya di Pelabuhan Belawan. Apabila rumah warga yang bersangkutan tidak layak untuk dijadikan isolasi mandiri, termasuk apabila ada anggota keluarga yang rentan tertular Covid-19.

Kemudian, Bobby Nasution juga memasifkan testing dan tracing dengan menurunkan 160 petugas kesehatan dari 80 fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemko Medan  Selain itu juga bekerjasama  dengan klinik maupun rumah sakit  yang melakukan testing terhadap warga yang ingin melakukamn perjalanan.

“Standarnya minimal 15 orang warga yang kita tracing dan testing  dari satu orang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tapi untuk Kota Medan kita tetapkan minimal  8 orang. Tentunya ini masih jauh dari target yang diberikan Kementerian Kesehatan, sebab Kota Medan diberikan target satu hari 23.170 spesimen. Sedangkan, kalau kita kalikan saja misalnya kasus tanggal 3 September kemarin itu hanya 253 terkonfirmasi positif. Kalau kita kalikan delapan, belum sampai 5.000 perhari. Untuk mewujudkannya, kita harusterus membangun kolaborasi,” kata Bobby Nasution saat saat menjadi narasumber dalam Talkshow Indonesia Sepekan di Balai Kota Medan, beberapa hari lalu.

Di samping itu, keberhasilan Bobby Nasution dalam menurunkan angkas kasus Covid-19 tidak terlepas dengan pelaksanaan vaksin yang belakangan ini dilakukan secara masif. 

Malah berdasarkan data  dari Kementrian Perekonomian,  Kota Medan telah  melampui standar vaksinasi nasional karena capaiannya telah melebihi 35%.  Apalagi  kini, Bobby   telah mengubah skema pelaksanaan vaksinasi   yang selama ini sifatnya massal kini  menjadi mikro sehingga bisa mencapai tingkat llingkungan.

(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved