Breaking News:

Petani Jagung di Toba Terancam Gagal Panen, Singgung Bantuan Pupuk yang Dijanjikan Bupati

Selain pengadaaan bibit unggul Pioner 32, Bupati Toba Poltak Sitorus berjanji menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani jagung.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
MAURITS PARDOSI / TRIBUN MEDAN
Seorang petani di Desa Narumonda VI, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba Monang Pardede sedang berada di areal pertaniannya pada Selasa (14/9/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba mengucurkan bantuan bibit jagung bagi masyarakat sekitar 50 ton dengan estimasi biaya sekitar Rp 6 Miliar.

Selain pengadaaan bibit unggul Pioner 32, Bupati Toba Poltak Sitorus berjanji menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani jagung.

Hasil amatan tribun-medan.com, bibit jagung yang diberikan pemerintah tersebut tidak bertumbuh dengan baik di Desa Narumonda VI, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba.

Bibit jagung ditanami di areal persawahan pascapanen padi.

Seorang petani Monang Pardede di desa tersebut (60) menjelaskan, bibit jagung mengalami gangguan pertumbuhan karena curah hujan yang berlebihan pascatanam.

Selain curah hujan berlebihan, ia juga mengeluhkan ketersediaan pupuk bagi tanaman jagung yang kini berumur hampir 2 bulan.

Sehingga, ia berharap Pemkab Toba menepati janjinya soal jaminan ketersediaan pupuk bagi para petani.

"Kami berharap kepada pemerintah pemerintah tepati sesuai janjinya soal penyediaan pupuk," ujar seorang petani jagung Monang Pardede (60) pada Selasa (14/9/2021).

Secara tegas, pupuk yang ia telah dapatkan kurang sesuai dengan lahan yang ia olah. Dengan demikian, ia kurang yakin akan pertumbuhan jagung tersebut.

Bupati Toba Poltak Sitorus memberikan bibit jagung kepada masyarakat Toba di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Jumat (6/8/2021). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kelompok tani yang berada di Kecamatan Uluan.
Bupati Toba Poltak Sitorus memberikan bibit jagung kepada masyarakat Toba di Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba, Jumat (6/8/2021). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kelompok tani yang berada di Kecamatan Uluan. (TRIBUN MEDAN/HO)

"Yang jelas pupuk itu memang kurang. Kalau lahan kita ini, lebih kurang 7 rante. Dalam pola tanam jagung itu, semakin banyak pupuk, semakin banyak juga hasilnya," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved