Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Ramanda, Mahasiswa Asal Asahan, Bisa Hasilkan Omset Puluhan Juta dari Usaha Sablon

Pasalnya mahasiswa semester akhir di Kampus STMIK Royal ini berhasil menjalankan usaha sablon serta servis laptop.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIF
Ramanda berhasil kembangkan usaha sablon 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN- Dimasa pandemi covid-19 yang sedang melanda Republik Indonesia banyak masyarakat yang mengeluhkan menurunnya tingkat ekonomi keluarga. 

Namun hal tersebut tak berlaku bagi Ramanda(23), pasalnya Mahasiswa Asal Kabupaten Asahan ini berhasil meraup keuntungan puluhan juta dalam satu bulan.

Pasalnya mahasiswa semester akhir di Kampus STMIK Royal ini berhasil menjalankan usaha sablon serta servis laptop.

Baca juga: Gerobak Kopi City Plus, Kedai Kopi Pinggir Jalan Rasa Bintang Lima

Dengan mengandalkan rumah milik orangtuanya yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Gang Musholla Fatimah, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Ramanda membuka rumah sablon kecil-kecilan yang baru dirintisnya satu tahun belakangan ini.

Dalam memproduksi baju, Manda di bantu oleh abang iparnya yang di angkatnya sebagai Partner bisnis.

"Saat ini saya di bantu oleh abang ipar saya dalam memproduksi baju sablon," ujar Manda saat ditemui www.tribun-medan.com, Selasa(14/9/2021).

Ia mengaku, pertama kali terinspirasi untuk membuka usaha saat sedang dalam belajar ilmu wirausaha di kampusnya.

Baca juga: Tak Perlu Repot ke Kantor Samsat, Bayar Pajak Kini Bisa Melalui Toko Ritel, Begini Caranya

"Jadi saya bermula terpikir untuk membuat usaha ini saat belajar ilmu wirausaha di kampus sehingga saya ingin membuka sablon baju," katanya.

Ia mengaku, dalam satu hari rumah sablon yang didirikannya tersebut bisa memiliki omset kurang lebih Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

"Kalau satu hari kadang satu baju, kadang dua baju. Kadang juga satu lusin, bisa sampai Rp 1 juta sampai 1,5 juta satu hari," ujarnya.

Selain memproduksi sablon baju, Ramanda juga membuka usaha jasa service laptop dan komputer di rumah milik orangtuanya itu. 

Beberapa jajaran laptop dan komponen komputer terlihat di meja kerjanya, yang tersusun rapi. 

Ia berharap mahasiswa-mahasiswa lainnya agar dapat mengikuti semangat bisnis yang ia miliki saat ini. Pasalnya di masa pandemi covid-19 ini banyak perusahaan yang gulung tikar.

Sementara, Dosen ilmu wirausaha di STMIK Royal Nurkarim Nehe mengaku Ramanda merupakan seorang mahasiswa yang giat dalam mencari uang.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Iphone 6, Layak atau Tidak Dipakai di Tahun 2021?

"Kalau dia ini memang anak yang giat, ntah memang karena darah minang yang memang jago untuk mencari uang," kata Nurkarim.

Nurkarim juga mengatakan sebelum Ramanda ada juga beberapa alumni yang terlebih dahulu sukses dalam membangun usahanya.

"Namun di bidang masing-masing mereka membangun usaha. Jadi harapan saya, Ramanda ini bisa di ikuti oleh junior-juniornya di kampus yang bisa membuka usaha dan peluang kerja sendiri," pungkas Nurkarim Nehe.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved